Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 21 Jun 2020 21:00 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Islandia yang Sudah Lupa dengan Corona, Bikin Ngiri Deh!

Dadan Kuswaraharja
detikTravel
Warga Islandia bebas menghirup udara segar
Tidak ada masker yang dipakai warga di jalanan Islandia saat perayaan 17 Juni Foto: CNN
Reykjavík -

Warga Islandia sudah bisa melupakan virus Corona. Bar dan restoran kini selalu penuh. Orang-orang keluar untuk menikmati pemandangan. Objek wisata geologi yang spektakuler terbuka lebar untuk wisatawan.

Warga Islandia bebas menghirup udara segarBar dan Restoran dipenuhi warga Foto: CNN

Siapa pun yang mengunjungi Islandia mungkin bakal merasa pandemi virus Corona tidak pernah terjadi. Hal ini bukan karena warganya kebal terhadap virus mematikan itu.

Seperti negara lain di dunia, Islandia juga terjangkiti virus. Pada tahap awal, infeksi tersebut mendatangkan malapetaka di pulau dengan populasi yang relatif kecil. Tetapi berkat pelacakan dan penelusuran yang teliti, wabah ini telah dihilangkan, memberikan kepercayaan negara untuk membuka kembali perbatasan pada 15 Juni.

Dua hari kemudian, pada 17 Juni, Islandia merayakan hari nasional tahunannya dengan semangat yang biasa, penduduk setempat berbaur di jalan-jalan ibukota Nordik yang cantik. Tidak ada masker wajah atau jarak sosial saat Perdana Menteri Katrin Jakobsdóttir keluar untuk berbicara kepada orang banyak.

Tes Usap di Airport

Warga Islandia bebas menghirup udara segarMasker hanya digunakan oleh mereka yang baru datang dari Airport Foto: CNN

Orang yang memakai masker mungkin hanya wisatawan saja yang baru datang di Bandara Keflavik, Islandia. Saat mendarat, mereka mengantre untuk tes COVID-19. Hidung dan tenggorokan wisatawan diusap untuk menyaring siapa saja yang mungkin membawa COVID-19.

Buat turis ini bisa menjadi pengalaman yang meresahkan. Mereka diantar ke sebuah bilik di mana dua orang mengenakan pakaian pelindung medis bertugas mengambil sampel dari hidung dan tenggorokan. Mulai 1 Juli, ketika Islandia membuka ke negara-negara di luar Zona Schengen Eropa, pengunjung harus membayar USD 114 untuk tes ini.

Hasilnya akan dikirim ke telepon genggam melalui pesan singkat beberapa jam kemudian. Jika positif, pengunjung harus masuk karantina selama 14 hari terlepas dari rencana apa pun yang mungkin mereka miliki untuk kunjungan mereka. Ada juga opsi untuk tidak melanjutkan tes dan langsung ke karantina.

Jika tesnya negatif, pengunjung bebas untuk menikmati Islandia tanpa batasan. Pada akhir pekan yang akan datang ini, mereka dapat langsung menuju dari bandara ke perairan Blue Lagoon yang mengepul, hanya beberapa mil di ujung jalan.

Pada akhirnya, sistem penyaringan dan pelacakan kontak Islandia sangat efisien sehingga membuat tingkat kematian orang akibat virus Corona menjadi terendah di dunia, 3 dari 100.000 orang. Bandingkan dengan Inggris yang angkanya mencapai 440 dari 100.000 di Inggris.

Proses Identifikasi Virus

Kári Stefánsson, CEO deCODE, pimpinan sebuah lab swasta di Reykjavik yang menangani pengujian COVID-19 di Islandia, mengatakan bahwa sebagian dari keberhasilan ini adalah berkat identifikasi mutasi virus yang datang dari berbagai belahan dunia.

"Ketika virus pindah ke wilayah baru, virus itu terus bermutasi agak acak. Karena kita telah mengurutkan virus dari semua orang di Islandia, pertama-tama kita dapat menentukan dari mana mutasi itu berasal dan kemudian kita dapat mengikutinya saat virus itu menyebar di masyarakat," ujarnya seperti dikutip dari CNN.

Data itu diteruskan ke otoritas kesehatan yang menggunakannya untuk melacak siapa pun yang mungkin telah melakukan kontak dengan virus.

Dengan wabah yang sudah dalam kendali, pemerintah Islandia berupaya untuk memulai kembali perekonomian, terutama untuk mereka yang terkena pukulan lebih hebat.



Simak Video "UEFA Nations League: Belgia Sikat Islandia 5-1"
[Gambas:Video 20detik]
(ddn/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA