Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 01 Jul 2020 18:57 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Liburan Akhir Pekan di Taiwan? Ini Itinerarynya

Riswihani
detikTravel
Shifen dan Juifen di Taiwan
Pemandangan dari Shifen dan Juifen(riswihani/d'traveler)
Jakarta -

Traveler sudah tahu mau liburan ke mana setelah pandemi? Untuk yang mau liburan singkat di akhir pekan bisa coba datang ke Taiwan.

Persiapan pergi ke Taiwan tidak terlalu sulit, karena kalian bisa melakukan apply visa secara online. Biaya yang dibutuhkan untuk mengurus Visa Taiwan sekitar Rp 800.000. Tetapi bagi yang sebelumnya sudah memiliki Visa AS, Schengen, UK, Aussie, Jepang, Korea yang tanggal pembuatannya sampai maksimal 10 tahun dari hari keberangkatan, kalian bisa apply Visa Taiwan tanpa biaya alias gratis.

Hanya dengan mengisi data sesuai passport, insert pas foto lalu upload sesuai petunjuk dan memasukkan nomor visa dari negara US, Schengen, UK, Aussie, Jepang, Korea yang sudah menempel di Pasport milik kalian untuk dapat di gunakan sebagai referensi.

Bersyukur saya memiliki semua visa di atas sehingga dapat memilih salah satu nomor visa sesuai pilihan untuk mendapatkan Visa Taiwan secara gratis. Jangan lupa mengisi data diri secara lengkap dan benar agar saat tiba di Taiwan tidak bermasalah di Imigrasi.

Jika visa kalian sudah di-approve, kalian akan menerima e-mail visa format PDF yang bisa di print menggunakan kertas A4 biasa. Cukup mudah bukan? Lalu untuk menghemat biaya akomodasi jika kalian Solo Traveler seperti saya maka pilihlah hotel dormitory dengan kapasitas berempat atau berenam. Menyenangkan kok, karena bisa menambah teman traveling juga



Jumat siang landing di Taoyuan International Airport, dengan backpacker mungil saya bisa santai melenggang menuju ke Taipei Main Station titik point halte bus Hop On Hop off sightseeing untuk langsung memulai petualangan di Taipei-Taiwan.

Tempat yang pertama kali di lalui oleh bus dengan rute Red Line adalah North Gate. Di sini saya hanya berfoto dari atas bus saja. Saya memilih tempat duduk pada bus di sisi atas (2nd floor) supaya saya dapat lebih leluasa untuk melakukan foto-foto pada objek sekitar.

Dari North Gate, bus melanjutkan perjalanan melewati Chiang Kai Sek Memorial Hall, di tempat ini saya pun menyempatkan diri untuk turun dan explore area komplek bangunan ini. Chiang Kai Sek Memorial Hall merupakan Monumen Nasional Taiwan, yang dibangun untuk mengenang Presiden Chiang Kai Sek. Presiden Chiang Kai Sek sangat terkenal dan berpengaruh pada masanya.

Kemudian saya melanjutkan ke National Museum of History berada di dalam Taman Nanhai Scholastic, Taipei. Setelah explore sekitar 30 menit di museum ini, saya naik MRT dan turun di Stasiun Sun Yat Sen Memorial Hall Exit 4, dilanjutkan dengan berjalan kaki maka saya sampai ditujuan berikutnya yaitu Sun Yat Sen Memorial dimana bangunan ini dikelilingi beranda yang panjang dan berliku.

Selesai eksplore sekitar 20 menit disini, saya berjalan kaki menuju ke Taipei 101 Tower sambil suasana kota Taipei di sore hari. Di perjalanan saya melihat kesibukan lalu lintas terutama sepeda motor yang ternyata masih cukup banyak dijumpai di kota ini.

Dan setelah berjalan kaki sekitar 40 menit saya tiba di lokasi tujuan Taipei 101 Tower. Bangunan ini sempat memegang tahta bangunan tertinggi di dunia sebelum dibangunnya Burj Khalifa pada 2010 dengan ketinggian 508 meter. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai 22.00 waktu setempat. Penjualan tiket terakhir dibuka pada jam 21.15 waktu setempat dengan biaya masuk sebesar TWD 600 (sekitar USD 19,5) untuk tiket umum yang loket tiketnya berada di lantai 5.

Dari Taipei 101 saya naik bus menuju ke Ximending yang merupakan salah satu landmark Kota Taipei dimana daerah ini dipadati dengan banyaknya pertokoan yang menjual barang-barang bermerek.

Ximending selalu dipadati oleh para turis, baik di siang hari maupun di malam hari. Saya berkeliling keluar masuk beberapa toko, karena hari sudah mulai malam dan rasa lapar juga sudah menghampiri maka saya mencari restoran yang menjual menu halal di sini.

Setelah ini saya berencana pergi ke Elephant Mountain Hiking / Xiangsan Hill yang kabarnya jalur hiking di sana memerlukan persiapan energi yang cukup besar. Adventure hari pertama di Taipei saya akhiri dengan melakukan hiking ke Elephant Mountain Hiking / Xiangshan Hill (hiking di tempat ini sudah diberikan jalur / jalan berupa anak tangga sampai puncak) dengan jalur kurang lebih 4 km kita harus berjalan naik dari stasiun XiangShan.

Setelah sampai di atas, rasa lelah kita akan hilang karena pemandangan dari puncak bukit ini yang langsung menghadap kota taipei dan gedung 101 sangatlah luar biasa.

Jam 9 lebih saya menuju ke halte bus terdekat dari Xiangshan Hill, kemudian naik bus hingga ke halte terdekat dari Shilin Night Market. Pasar ini buka hingga larut malam, sehingga jika kita ingin kuliner hingga tengah malam, kita bisa memilih tempat ini sebagai lokasi kuliner kita. Kebetulan lokasi hotel juga tidak terlalu jauh dari tempat ini (hanya 2 stasiun MRT saja).

Hari kedua saya pergi ke Shifen dan Juifen yang terletak di sebelah timur laut dari Kota Taipei dan cukup dekat dengan wilayah laut. Dari kota Taipei saya menggunakan transportasi train dari Taipei Main Station turun di Ruifang Station lalu naik taksi dengan tarif TWD 150 atau RP 70.000 untuk menghemat waktu agar sebelum sore sudah bisa kembali ke Taipei. w

Dulunya tempat ini bekas desa pertambangan emas yang dibangun di tepi bukit tetapi memiliki pemandangan unik jika dilihat dari kejauhan, tetapi keindahan sesungguhnya terletak pada jalanan berbatu serta jalur pegunungan yang berliku.

Di dalam kota, kita akan menemukan kafe dan toko suvenir di sepanjang Jiufen Old Street (Jalan Jishan) dan Shuqi Road. Saat ini kota Jiufen sudah sangat ramai, bahkan ada beberapa area yang sudah dipenuhi dengan bangunan homestay dan hotel beberapa lantai. Saya juga pergi ke Shifen Old Street yang merupakan pusat keramaian untuk melihat sekilas kota kereta api tua yang masih mempertahankan pesona masa lalu.

Jam 13.30 waktu setempat saya bergerak kembali ke kota Taipei. Sampai di Taipei sekitar pukul 15.20 waktu setempat, saya menuju ke salah satu Kuil paling bagus dan yang paling saya sukai yang bernama Dalongdong Baoan Temple.

Lokasinya terletak di tengah Kota Taipei sehingga mudah dijangkau oleh warga. Untuk datang ke tempat ini kalian bisa naik MRT dengan jalur berwarna merah ke Stasiun Yuanshan Temple, kemudian keluar melalui Exit 2 lalu berjalan kaki sekitar 750 m. Setelah puas menjelajahi kuil ini, saya pun kembali melanjutkan perjalanan saya menuju destinasi berikutnya: Dihua Park.

Di sini kita bisa jalan-jalan santai di taman yang luas dan nyaman. Banyak bunga-bunga dan tempat bersantai yang disediakan di tempat ini. Jika kita berjalan sampai ke ujung taman kita juga akan tiba di jembatan kayu besar dan panjang yang mengarah ke sungai.

Pemandangan sunset di sini menjadi bagian yang wajib kalian lihat jika kalian memiliki waktu di Taipei untuk datang ke tempat ini. Malam harinya saya kembali berkuliner di Shilin Night Market sebelum kembali ke Hostel.

----



Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Riswihani, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Konflik China dan Taiwan Makin Meruncing"
[Gambas:Video 20detik]
(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA