Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 17 Jul 2020 06:11 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

New Zealand, Tempat Pelarian Orang Amerika Serikat dari Kiamat

Ahmad Masaul Khoiri
detikTravel
Queenstown New Zealand
Rumah di Queenstown New Zealand (Foto: CNN)
Jakarta -

Tempat pelarian dari kiamat ada di New Zealand. Di Negeri Kiwi itulah traveler asal Amerika Serikat (AS) berinvestasi bunker anti kiamat.

Benarkah demikian? Penduduk Queenstown sendiri ragu-ragu tentang adanya persembunyian rahasia bawah tanah itu. Hanya ada sedikit bukti untuk membuktikan adanya lokasi itu.

Kota resor New Zealand itu memang memiliki tempat khusus di hati para traveler kelas atas, khususnya dari AS. Mungkin, mereka yang berinvestasi di Queenstown menginginkan kawasan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk namun indah di mata.

Di kala pandemi Corona ini, Queenstown sekali lagi menarik hari para orang kaya dunia. Meski dengan atau tanpa bunker, kota ini jadi tempat yang pas untuk ditinggali.

Salah satu pembuat bunker asal Amerika Serikat, Rising S, menawarkan tempat tinggal yang aman dan siap ditinggali. Ada penampakan dapur, toilet, listrik tenaga surya dan sistem keamanan yang semuanya dipatok di harga USD 39.500.

Perusahaan ini telah menjual 1.400 bunker dalam 18 tahun perjalanannya. Traveler mencari bunker yang siap dihuni serta mandiri dalam segala kondisi untuk waktu yang lama dan tahun ini akan ada penawaran 12 bunker di New Zealand bagi pembeli dari AS.

Di mana letak bunker New Zealand? Perusahaan itu mengatakan bahwa lokasinya tersebar di seluruh negeri dan semuanya mendapat izin dari pemerintah atau tak bertentangan dengan aturan.

Di awal tahun ini, Bloomberg melaporkan bahwa Vivos yang berbasis di California mengklaim telah membuat bunker 300 orang di Selandia Baru. Tapi, perusahaan tak menjelaskan lebih lanjut akan proyeknya ini karena terkait rahasia pelanggan.

Queenstown New ZealandQueenstown New Zealand Foto: CNN

Queenstown, kota untuk orang kaya

Di atas kertas, Queenstown dan New Zealand secara keseluruhan menarik traveler asing untuk membangun rumah di sana. Bahkan tanpa bunker anti kiamat rahasia di dalamnya.

Di kota berpenduduk 40.000 orang ini, lebih dari 25 persen rumahnya tidak dihuni. Queenstown sering mendapat peringkat sebagai salah satu tempat paling populer di Selandia Baru bagi traveler asing yang ingin membeli rumah.

Pada kuartal pertama tahun ini, 4,1 persen properti dibeli traveler yang bukan berkewarganegaraan New Zealand. Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 10 persen dari penjualan di wilayah ini dialokasikan kepada pembeli asing.

New Zealand tidak memiliki daftar properti asing. Artinya tidak ada data resmi tentang jumlah properti di Selandia Baru yang dimiliki oleh orang asing karena ingin mempermudah warga lokal mendapatkan rumah.

Queenstown New ZealandDanau di Queenstown New Zealand (Foto: CNN)

Namun, tetap ada cara untuk tinggal dan memiliki rumah di New Zealand selama mengikuti aturan panjang, juga bermanfaat bagi negara, contoh membantu melindungi flora dan fauna lokal. Keinginan warga AS bermigrasi ke sana sangat kuat.

Jumlah orang Amerika yang mendaftar pada situs web imigrasi New Zealand pada bulan Mei hampir 66% lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Dan, warga Queenstown tak mengetahui akan bunker seperti isu yang berkembang.

Lagi pula, jika Rising S mengimpor bunker baja dari AS, beberapa orang mungkin akan mengetahuinya. Terutama jika bunker dikirim dalam bentuk utuh.

Bunker ini harus melalui perbatasan dan diangkut ke lokasi instalasi. Sesampai di sana, dewan perlu menyetujui instalasinya.

New Zealand adalah tempat di mana bunker bawah tanah tidak terlalu diperlukan. Di sini, gunung berapi dan gempa bumi menimbulkan bahaya yang jauh lebih besar daripada perang nuklir atau kerusuhan sipil.

Gagasan bunker anti kiamat di New Zealand lebih seperti metafora untuk tempat berlindung yang aman.



Simak Video " New Zealand Sembuh dari Corona, Tak Ada Kasus dan Pasien Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA