Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 23 Jul 2020 18:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Ini Killing Field, Kuburan Massal Paling Mengerikan di Kamboja

Daniel Kus Hendarso
detikTravel
Killing Field Kamboja
Pohon tempat membunuh anak-anak dan bayi di Killing Field (Foto: Daniel Kus Hendarso/d'Traveler)
Jakarta -

Traveler suka dengan destinasi wisata sejarah? Ladang Pembantaian ini mungkin bisa jadi alternatif wisata ketika kita menjelah Kamboja.

Ketika kita mendengar nama Kamboja, hal pertama yang terlintas dibenak sebagian besar orang adalah Angkor Wat, sebuah kompleks candi yang sangat luas. Konon luas kompleks Angkor Wat lebih luar dari Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah.

Tak heran, jika Angkor Wat merupakan destinasi utama di Kamboja. Selain Angkor Wat, bagi traveler yang menyukai wisata sejarah, Ladang Pembantain atau Killing Field yang ada di bagian selatan kota Phnom Penh, ibu kota Kamboja, bisa menjadi alternatif wisata ketika kita menjelah Kamboja.

Killing Field sendiri terletak di desa Cheung Ek yang berada sekitar 18 kilometer arah selatan Phnom Pehn. Untuk mencapai lokasi tersebut, para traveler bisa menyewa tuk-tuk, kendaraan umum yang banyak kita jumpai di Thailand atupun Kamboja.

Dengan ongkos sewa sekitar 17 USD, kita akan diantar dari ibu kota Kamboja ke desa Cheung Ek. Jarak tempuhnya sekitar 30-40 menit.

Setelah sampai di Killing Field, kalian diharuskan membeli tiket masuk seharga sekitar 6 USD. Harga tersebut termasuk untuk mendapatkan audio guide dan peta kawasan Killing Field yang akan menemani kalian selama menjelajah tempat ini.

Sayangnya mereka belum menyediakan audio guide kedalam bahasa Indonesia. Audio guide yang mereka sediakan antara lain dalam bahasa Inggris, Mandarin, Melayu, Prancis, dan lain-lain.

Killing Field KambojaKilling Field Kamboja (Foto: Daniel Kus Hendarso/d'Traveler)

Setelah membeli tiket dan masuk ke kawasan tersebut, sejauh mata memandang, kalian akan di suguhi pemandangan seperti lapangan luas dengan pepohonan yang cukup rindang. Berjalan lebih dalam ke dalam kawasan ini, kalian akan disambut dengan bangunan tinggi berarsitektur khas kamboja.

Bangunan beratap warna emas ini merupakan bangunan tempat menyimpan sisa-sisa tengkorak. Mereka korban kekejaman pimpinan bertangan besi dari Kamboja, PolPot.

Memasuki komplek lebih dalam, di tengah kesunyian Killing Field kalian akan melihat sebuah pohon yang disisinya digantungkan beragam gelang. Dari audio guide diketahui bahwa pohon itu merupakan pohon yang digunakan untuk membunuh anak-anak dan bayi.

Menurut cerita, karena rezim Khmer Merah, Pol Pot ini tidak ingin menghabiskan banyak uang untuk menghabisi nyawa orang-orang Kamboja, tidak mau menyia-nyiakan peluru untuk menghabisi tawanan tawananya, maka korban anak dan bayi dibunuh dengan dipukul-pukulkan ke pohon tersebut.

Menurut cerita, Pol Pot tega menghabisi nyawa anak-anak dan bayi dengan tujuan agar mereka kelak tidak bisa tumbuh dewasa dan membalas dendam padanya.

Tidak jauh dari pohon tersebut ada sebuah pohon besar lainnya, yang konon digunakan untuk menggantung pengeras suara. Ketika para tentara Khmer Merah mengekseskusi korbannya, mereka akan menyalakan lagu-lagu dengan suara keras, tujuannya adalah untuk menyamarkan suara terikan dari para korban yang sedang dibunuh.

Killing Field KambojaKilling Field Kamboja, bangunan penyimpan tengkorak (Foto: Daniel Kus Hendarso/d'Traveler)

Selanjutnya kita akan menjumpai beberapa bidang tanah yang beratap dan diberi pagar bambu, yang diberi beberapa keterangan seperti tempat ini merupakan salah satu tempat dikuburkannya sekitar 400 orang dalam satu liang. Di pagar pagar bambu tersebut terlihat banyak digantungkan gelang-gelang dari kain.

Di sini ada pula kotak kaca yang menyimpan sisa barang-barang seperti potongan baju yang konon merupakan potongan baju korban. Lalu di kotak kaca lainnya ada juga kumpulan sisa tulang belulang korban.

Selama menjelajah Killing Field, kalian tidak perlu terkejut ketika menemukan sisa tulang belulang di jalan setapak yang kalian lalui. Apalagi di musim hujan, setelah hujan reda, banyak tanah yang terkikis oleh air hujan yang kadang menyingkap sisa tulang belulang manusia yang terkubur sana.

Untuk melihat-lihat sambil mendengarkan sejarah Killing Field, kuburan massal korban dari Pol Pot, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam.

---

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, Daniel Kus Hendarso, dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Gedung 7 Lantai di Kamboja Ambruk, 36 Orang Tewas"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA