Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 03 Agu 2020 17:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Menelusuri Jejak Peninggalan Khmer di Thailand

nhe_firmansyah
detikTravel
Menelusuri Jejak Peninggalan Khmer di Thailand
Foto: nhe_firmansyah/d'traveler
Bangkok -

Candi peninggalan Khmer tak hanya terdapat di Kamboja. Ternyata di Thailand masih terdapat jejak peninggalan kerajaan besar itu.

Di perjalanan kali ini, kami mengunjungi Phimai Historical Park yang berada di Kota Phimai, Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand. Phimai berjarak lebih kurang 300 km dari Bangkok.

Untuk mencapai Phimai, kita bisa menggunakan bus ber-AC dari terminal Mochit atau dengan kereta api dari stasiun Hualamphong Bangkok dengan waktu tempuh 5 jam. Namun kami berangkat dari Provinsi Khon Kaen menggunakan kereta api (harga tiket 37 Baht) dengan waktu tempuh 3 jam.

Sejarah mencatat, sekitar abad ke-11 adalah masa pemerintahan Raja Jayawarman VII di Kerajaan Khmer. Pada masa tersebut juga merupakan masa ketika kekuasaan kerajaan Khmer menyebar sampai ke wilayah timur laut Thailand.

Akibatnya, banyak candi di Thailand terpengaruh dengan arsitektur Kerajaan Khmer. Phimai Historical Park adalah salah satu komplek candi yang terpengaruh Kerajaan Khmer dan terbesar di Thailand. Seperti kita tahu bahwa kerajaan Khmer merupakan kerajaan yang berpusat di Kamboja.

Menelusuri Jejak Peninggalan Khmer di ThailandMenelusuri Jejak Peninggalan Khmer di Thailand (Foto: nhe_firmansyah/d'traveler)

Komplek Phimai Historical Park memang sengaja dibangun mirip dengan Angkor Wat, Kamboja dengan desain bergaya Baphuon dan Bayon (arsitektur Khmer). Seni dan arsitektur yang ditampilkan di Phimai Historical Park menunjukkan bukti peradaban Khmer kuno.

Meskipun pada waktu itu Kerajaan Khmer adalah Kerajaan Hindu, namun Phimai Historical Park dibangun sebagai candi Buddha. Di komplek Phimai historical park sendiri terdapat bangunan Prang Brahmadat dan Prang Hin Daeng yang terbuat dari tanah laterit, jembatan naga, patung Buddha bermeditasi di bawah Naga Mucalindha, berbagai relief dan benda peninggalan lainnya.

Catatan pemerintah setempat mengungkapkan bahwa inventarisasi pertama reruntuhan candi dilakukan pada tahun 1901 oleh ahli geografi Prancis Etienne Aymonier. Selanjutnya, Thailand bekerjasama dengan Prancis merestorasinya dari tahun 1964 hingga 1969.

Kemudian diresmikan oleh Putri Maha Chakri Sirindhorn pada 12 April 1989. Phimai Historical Park sendiri menjadi objek wisata terkenal di Thailand, selain Historic City of Ayutthaya.

Bagi yang tertarik belajar sejarah dan arkeologi, objek wisata ini sangat direkomendasikan. Phimai Historical Park buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 16.00 waktu setempat. Biaya masuk untuk turis asing adalah 100 baht.

-------------

Artikel ini merupakan kiriman pembaca detikTravel, nhe_firmansyah dan sudah tayang di d'Travelers Stories.



Simak Video "Bright dan Win Metawin Dipertemukan Lagi di F4 Versi Thailand!"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA