Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 07 Agu 2020 17:50 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengunjungi Kampungnya Mulan di China, Rumah Tulou

Satria Gunawan
detikTravel
Huaiyuan Tulou
Huaiyuan Tulou, latar film Mulan (Foto: Satria Gunawan/d'Traveler)
Jakarta -

Film Mulan berlatar sebuah perkampungan unik tradisional di China. Di mana sekelompok warga bersama-sama tinggal pada sebuah bangunan tradisional besar melingkar.

Bangunan tradisional besar melingkar tersebut adalah sebuah warisan arsitektur yang terletak di daerah selatan China, Tulou namanya. Penasaran dengan keunikan arsitektur tradisional yang menarik ini? Mari kita simak bersama cerita tentang Tulou ini.

Tulou berarti bangunan tanah dalam bahasa Indonesia. Adalah salah satu arsitektur tradisional China yang menjadi UNESCO World Heritage Site pada tahun 2008 lalu.

Bangunan ini adalah bangunan tradisional komunal bagi penduduk suku Hakka, letaknya di daerah selatan China tepatnya di provinsi Fujian. Ada beberapa titik lokasi dari bangunan tulou ini.

Tapi salah satu yang paling terkenal dan aksesible adalah kompleks bangunan Tulou yang terletak di kota Zhangzhou, distrik Nanjing Catatan, jangan tertukar dengan kota Nanjing lain yang berada di provinsi Jiangsu ya!

Lokasi dari kompleks wisata Tulou berada di pedesaan sehingga untuk mencapainya sedikit sulit. Paling mudah untuk mencapai atraksi ini adalah dari kota besar didekatnya seperti Xiamen atau Fuzhou.

Dari Xiamen misalnya, bisa menggunakan bus atau kereta api dari stasiun kereta atau bus jarak jauh Hubin menuju distrik Nanjing, dilanjutkan dengan menaiki bus khusus wisata menuju Nanjing Tulou. Opsi yang sama berlaku dari kota Fuzhou, tentunya dengan stasiun keberangkatan yang berbeda saja.

Huaiyuan TulouBagian dalam Huaiyuan Tulou (Foto: Satria Gunawan/d'Traveler)

Opsi lain seperti yang aku pilih adalah menggunakan tur lokal dari kota besar terdekat, dalam hal ini aku memulai tur dari kota Xiamen. Dengan opsi ini kamu dapat menikmati tur hassle free karena tidak perlu repot-repot mengurus transportasi, apalagi jika kamu tidak bisa berbahasa mandarin dengan lancar.

Paket One Day Tour Nanjing Tulou lokal yang kupilih seharga 90 rmb (sekitar Rp 180.000). Pagi-pagi aku dijemput oleh bus ber-AC pada spot penjemputan. Setelah penumpang penuh, sekitar pukul 07.30 kami berangkat menuju Nanjing Tulou.

Perjalanan memakan waktu sekitar 3.5 jam. Untungnya selama perjalanan, kami dapat beristirahat di bus. Selain itu terdapat guide yang bercerita mengenai sejarah dan memberikan panduan pada kami selama perjalanan sehingga perjalanan terasa lebih santai dan menyenangkan.

Sekitar pukul 12.30 aku tiba di area wisata Nanjing Tulou. Disini kami akan menjelajahi 3 atraksi utama, yakni Hegui Tulou, Huaiyuan Tulou dan Desa Kuno Yunshuiyao.

Turun dari bus, aku diarahkan berjalan kaki melewati jalan berbatu dengan situasi pedesaan yang masih kental menuju destinasi pertama, Hegui Tulou. Cuaca saat itu cerah dengan langit biru dan awan putih yang tersebar. Taman kolam teratai dengan background rumah-rumah pedesaan China tradisional memberikan kesan damai yang nyaman.

Huaiyuan TulouLingkaran dalam Huaiyuan Tulou (Foto: Satria Gunawan/d'Traveler)

Hegui Tulou adalah salah satu bangunan tradisional cina yang terbuat dari tanah (Tu=Tanah, Lou=Bangunan). Dari jauh bangunan ini sudah terlihat karena skalanya cukup besar dan keunikan tampilannya.

Bangunan ini terdiri dari 5 lantai (21,5 meter) dengan luas sekitar 1300 m2. Dindingnya berwarna kuning gelap kecoklatan dari tanah.

Fungsinya pada jaman dahulu adalah sebagai bangunan tempat tinggal komunal. Yang unik, bangunan tulou yang ini bentuknya kotak, tidak seperti bangunan Tulou lain yang aku lihat sebelumnya.

Terlepas, keunikan-keunikan detail arsitektur bangunan ini dari detail pada jendela kayu, detail atap, material dinding penyusun dan lampion merah di tritisannya menarik untuk diamati lebih jauh.

Memasuki kompleks bangunan kamu akan menemukan semacam plaza dan bangunan kecil ditengahnya, yang berfungsi sebagai semacam area bersosialisasi. Di lantai paling bawah, ruang-ruang yang ada juga dimanfaatkan untuk area komersial dan usaha, membuka warung atau toko-toko kecil.

Wah, rasanya jadi tidak sabar melihat Tulou selanjutnya. Dari sini kami diarahkan oleh guide menuju destinasi selanjutnya, desa kuno Yunshuiyao. Menjelajahi desa wisata ini, suasana damai pedesaan masih sangat terasa.

Aku melewati semacam perkebunan buah pada rumah-rumah warga dengan pir berbentuk kendi seperti pada film Sun Gokong. di mana warga setempat juga berjualan langsung, lalu melewati bangunan-bangunan tradisional dengan padang rumput hijau, pohon-pohon tua berukuran besar dan aliran sungai yang tenang.

Semuanya berpadu dengan langit biru dan bakcground pegunungan dibelakangnya. Hmmm, rasanya rileks sekali.

Menurutku kekurangan di sini hanyalah banyaknya turis yang membuat suasana sedikit riuh. Setelah menjelajahi area ini, aku melanjutkan perjalanan ke destinasi terakhir, Huaiyuan Tulou.

Huaiyuan Tulou adalah salah satu tulou dengan arsitektur paling detail dan masih terpelihara dengan baik. Detail arsitekturnya mirip dengan Hegui Tulou tadi, namun bangunan ini berbentuk melingkar, seperti yang kita lihat di film Mulan.

Di sini kami diberi waktu jelajah paling lama. Di lantai satu banyak ruang-ruang yang sekarang digunakan sebagai toko-toko suvenir dan snack-snack.

Aku berkeliling, mengamati dan mengambil foto-foto yang menarik sepanjang wisataku. Tidak lupa tentunya sedikit selfie di depan bangunan menarik ini.

Puas rasanya bisa berkunjung ke bangunan tradisional China yang menarik ini. Rasanya seperti kembali ke zaman dahulu.



Simak Video "Belum Ada Tersangka di Kasus KTP Palsu WNA China di Kendari"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA