Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 12 Agu 2020 09:04 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Italia Hidupkan Tradisi Kuno: Jendela Anggur

Syanti Mustika
detikTravel
Di abad 17, Italia punya cara unik menyajikan wine pada konsumennya. Sekarang karena pandemi Corona, tradisi lama itu dihadirkan kembali.
Foto: (Buchette del Vino)
Milan -

Di abad 17, Italia punya cara unik menyajikan wine pada konsumennya. Sekarang karena pandemi Corona, tradisi lama itu dihadirkan kembali.

Tak hanya gaya hidup untuk sehat saja yang diubah oleh Corona. Semua faktor, termasuk wisata dan kuliner harus beradaptasi dalam menghadapi pandemi global ini.

Seperti di Italia. Tradisi abad ke 17 kembali hadir di tengah pandemi yaitu buchette del vino atau jendela anggur. Sesuai dengan namanya, minuman wine disajikan melalui jendela kecil kepada konsumennya.

Inilah cara yang dipakai oleh pabrik anggur, gelateria, dan bar di Tuscany, Italia. Mereka menemukan cara melayani minuman kepada pelanggan sembari tetap menjaga jarak dengan aman menggunakan jendela kecil.

Menurut Buchette del Vino, organisasi budaya nirlaba yang didirikan oleh tiga sahabat, yaitu Matteo Faglia, Diletta Corsini, dan Mary Christine Forrest ada sekitar 150 spot di Tuscany yang melayani pelanggan dengan cara kuno ini. Awalnya tujuan dari organisasi ini adalah untuk mempromosikan, melestarikan, dan menyoroti jendela kecil ini.

Jendela anggur pertama kali muncul pada abad ke-17, bertepatan dengan Wabah Italia pada tahun 1629-1631. Para pedagang anggur berpikir keras untuk tetap menyajikan minuman di tengah wabah, namun mereka tetap terjaga. Akhirnya terbesitlah ide untuk menyajikannya melalui lubang atau jendela kecil yang ada di dinding tempat mereka jualan.

Di abad 17, Italia punya cara unik menyajikan wine pada konsumennya. Sekarang karena pandemi Corona, tradisi lama itu dihadirkan kembali.Foto: (Buchette del Vino)

Adapun cara pelayanannya, mereka akan memberikan botol anggur melalui lubang kecil atau jendela kepada pelanggan. Dan mereka tidak menerima pembayaran langsung dari tangan pelanggan. Nanti mereka akan memberikan palet logam dan pelanggan meletakkan koin di atasnya. Kemudian si penjual akan memersihkan koin dan menyimpannya.

Namun seiring berjalannya waktu, permintaan dan pelanggan pun semakin berkurang sampai akhirnya jendela-jendela kecil ini ditutup dan tidak digunakan lagi. Bahkan dulunya sering kali para turis mengabaikan cara penduduk setempat melayani dengan cara ini.

Di abad 17, Italia punya cara unik menyajikan wine pada konsumennya. Sekarang karena pandemi Corona, tradisi lama itu dihadirkan kembali.Foto: (Buchette del Vino)

Namun sekarang, Italia menjadi salah satu negara yang bergelut dengan pandemi Corona. Dan tentu saja ketakutan akan tertular menjadi masalah dalam bisnis wine dan minuman lainnya.

Akhirnya, beberapa bisnis yang bergelut di usaha minuman kembali membuka jendela kecil mereka untuk menyajikan minuman. Tidak hanya wine, pengusaha es krim dan kopi di Italia pun melakukan hal yang sama dalam menawarkan dan menyajikan kopi dan gelato pada orang yang lewat.



Simak Video "New Normal di Italia, Warga Mulai Bisa Nikmati Pantai-pantai"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA