Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 15 Agu 2020 22:25 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Jiankou, Sisi Terpencil Tembok China yang Berbahaya

Johanes Randy Prakoso
detikTravel
Bagian dari Tembok China.
Tembok Besar China di sisi Jiankou, Utara Beijing (Amanda Ruggeri/BBC)
JIankou -

Traveler tentu mengenal Tembok Besar China yang masuk satu dari tujuh keajaiban dunia. Namun, ada sisinya yang terpencil dan berbahaya.

Memanjang dari Utara ke Selatan China sepanjang 21 ribu Km, Tembok Besar China kerap menjadi daya tarik dan bukti kemegahan China. Hanya walau kerap disesaki wisatawan, tak seluruh bagian Tembok Besar China bernasib baik.

Dilansir detikTravel dari BBC, Sabtu (15/8/2020), bagian Tembok Besar China yang berada di Jiankou disebut kerap terabaikan. Diketahui, bagian Tembok Besar China ini terletak sekitar 100 Km di Utara ibu kota Beijing.

Bagian dari Tembok China.Bagian dari Tembok China di Jiankou (Amanda Ruggeri/BBC)

Hanya tak seperti bagian lainnya di Badaling atau Mutianyu, Tembok Besar China di Jiankou bernasib miris. Traveler yang datang ke sisi ini tak akan menemukan toko suvenir, gondola atau pun gerai Starbuck.

Malah, tak ada satu pun pihak pengelola yang menjajakan tiket di sini. Padahal, Jiankou masih merupakan satu bagian utuh dari Tembok Besar China. Kenapa nasibnya begitu berbeda?

Rute yang sulit

Untuk mencapai Tembok Besar China di Jiankou, traveler diketahui harus melakukan hiking lebih dulu selama 45 menit ke atas gunung. Diketahui, bagian tembok di sini memang memanjang sekitar 20 Km di atas pegunungan.

Dibangun di tahun 1500-an, sisi Tembok Besar China di Jiankou disebut telah terabaikan sejak seratus tahun silam. Sekitar 7 Km rutenya disebut telah rusak parah hingga ditumbuhi pohon dan semak-semak.

Bagian dari Tembok China.Medan yang sulit dan hancur (Amanda Ruggeri/BBC)

Walau tampak alami dan indah, tapi nyatanya sisi Tembok Besar China ini kerap memakan korban jiwa.

"Setiap tahun, mungkin satu atau dua orang pendaki yang menjajal sisi ini meninggal dunia. Beberapa dari hiking dan jatuh. Beberapa tersambar petir," ujar Manajer Great Wall Protection Project, Ma Yao.

Untuk menanggulangi musibah tersebut, Ma Yao dan timnya telah memulai restorasi Tembok Besar China di sisi Jiankou sejak tahun 2015 silam. Di fase ini, restorasi fokus dilakukan sepanjang 750 meter dan rampung di tahun 2019.

Bagian dari Tembok China.Upaya restorasi telah dilakukan (Amanda Ruggeri/BBC)

Selain faktor umur, ancaman erosi oleh angin dan hujan juga kerap membayangi. Malah, faktor langkah kaki manusia hingga ulah tangan-tangan jahil yang menjual batu bata dari tembok itu juga jadi ancaman.

"Di atas bukit sana ada 20 juta orang. Mereka tak meninggalkan apa-apa kecuali jejak kaki. Bahkan jejak kaki dapat merusak tembok," ujar ahli sejarah William Lindesay.

Hingga kini, upaya untuk merestorasi Tembok Besar China di Jiankou tetap berlanjut. Tak hanya di Jiankou, termasuk juga di sisi lain yang menderita kerusakan tak kalah parah.

(rdy/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA