Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 14 Sep 2020 07:45 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Di Tengah Pandemi, Petani Ini Tanam 2 Juta Bunga Matahari

Elmy Tasya Khairally
detikTravel
Kebun Bunga Matahari
Kebun bunga matahari yang muncul setelah pandemi virus Corona. (Thomson Strawberry Farm/Instagram)
Jakarta -

Pandemi virus Corona membuat warga dunia memiliki aktivitas baru yang mungkin tak terpikirkan sebelumnya. Salah satunya, menanam bunga matahari di ladang seluas 22 hektar!

Dikutip dari Travel+Leisure oleh detikcom, tahun 2020 tengah menantang kita secara mental dan emosional. Untuk memberikan energi positif kepada masyarakat, seorang petani di Kenosha, Wisconsin, Scott Thomson menanam lebih dari dua juta bunga matahari di ladangnya.

[Gambas:Instagram]



Kebun Stroberi Thomson yang dikelola oleh keluarga Thomson telah beroperasi lebih dari 70 tahun, tanpa ada bunga. Biasanya, mereka menanam stroberi, raspberry dan labu, namun tahun ini mereka memiliki lebih dari dua juta bunga matahari dan beberapa tanaman indah lainnya.

Thomson dan istrinya berpikir di tengah musibah yang melanda dunia akan sangat ideal untuk menebarkan kebaikan kepada pengunjung kebun mereka.

"Seiring berlalunya musim, pandemi belum pergi dan kami pikir, orang mungkin mencari sesuatu untuk dilakukan," kata Thomson.

Kebun Bunga MatahariKebun Bunga Matahari Foto: (Thomson Strawberry Farm/Instagram)

Terletak 16 km dari Kenosha, Wisconsin di Bristol, Kebun Stroberi Thomson kini menjadi tujuan tamasya keluarga. Mereka bisa berpiknik, menjelajahi ladang bunga dan membawa pulang selusin bunga matahari.

"Satu hal yang sangat keren tentang ini yaitu semua orang bahagia," kata Thomson.

Thompson memiliki lebih dari 22 hektar ladang bunga, tujuh diantaranya belum mekar. Bunga-bunga ditanam di atas lebih dari 15 ladang dengan jarak sosial.

"Kami mendapatkan komentar ini dari Facebook atau jika saya berada di taman, semua orang seperti, 'Terima kasih telah melakukan ini,' lalu 'ini yang saya butuhkan.' Orang-orang sangat senang berada di luar sana dan punya tempat untuk dituju," tambah Thomson.

Selain bunga matahari, Thomson juga menanam beberapa tanaman indah seperti kebun zinnias, ladang bunga liar dan bunga matahari Meksiko yang terkenal memikat kupu-kupu. Thomson menambahkan bahwa nantinya bunga matahari akan menjadi tumbuhan yang biasa ditemui, bahkan selesai pandemi.

Selusin bunga dihargai $25 atau sekitar Rp 370.000, dan untuk tambahan satu bunga dikenakan $1 atau Rp 14.000 sedangkan tambahan selusin bunga adalah $10 atau Rp 148.000. Wisatawan juga bisa dipotret oleh fotografer profesional selama mereka menandai ladang bunga matahari di kiriman sosial media.



Simak Video "Corona Meluas, Argentina Perketat-Perluas Lockdown"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA