Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 30 Sep 2020 16:04 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Melihat Lebih Dekat 'Kuburan' Kapal Pesiar Mewah di Turki

Wahyu Setyo Widodo
detikTravel
Aliaga Yatch Port and Public Park From Above, Izmir, Turkey
Foto: Pelabuhan Aliaga di Turki (Getty Images/iStockphoto/graphixel)
Aliaga -

Apa yang terjadi dengan kapal pesiar mewah jika sudah pensiun? Tentu saja mereka akan dibuang ke 'kuburan' untuk kemudian dijual jadi besi bekas. Penasaran?

Sama seperti dengan pesawat, kapal pesiar yang sudah afkir akan dipensiunkan untuk kemudian dijual menjadi besi bekas. Kapal pesiar tersebut akan dibawa menuju ke 'kuburan' kapal. Salah satunya ada di kota Aliaga, Turki.

Turki selama ini jadi salah satu negara tujuan untuk 'membuang' kapal pesiar yang sudah tidak terpakai. Di kota Aliaga lah, nantinya kapal-kapal pesiar mewah itu akan dipreteli untuk dijual sebagai besi rongsokan.

Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Rabu (30/9/2020), di Aliaga terdapat pelabuhan besar yang menampung kapal-kapal pesiar bekas dari seluruh penjuru dunia.

Beberapa di antaranya adalah kapal Carnival Imagination, Carnival Inspiration, Carnival Fantasy, hingga kapal Monarch of the Seas dan Sovereign of the Seas milik Royal Caribbean. Semuanya adalah kapal pesiar mewah dengan harga ratusan juta dollar per buahnya.

kuburan kapal pesiarErsin Kaptan Foto: (dok. Jimmy Cannon/7news)


Ersin Kaptan, General Manajer Asosiasi Pendaur Ulang Kapal Turki mengatakan di masa pandemi Corona seperti sekarang, kapal pesiar yang datang ke Aliaga malah makin banyak. Berbanding terbalik dengan industri travel yang sekarang sepi, tukang besi bekas malah ketiban rezeki.

"Alasan utama mengapa kapal pesiar dibawa ke sini adalah karena krisis COVID-19. Setiap kali krisis terjadi di industri travel maritim, hal kebalikannya terjadi di sektor kami," jelas Kaptan, seperti dikutip dari 7News Australia.


Tahun ini mungkin akan jadi tahun terbaik bagi para pebisnis besi tua di Aliaga. Di pelabuhan Aliaga sendiri, diperkirakan akan ada 1 juta ton besi bekas dari kapal pesiar yang bisa 'dipanen' sepanjang tahun ini.

kuburan kapal pesiarKuburan kapal pesiar di Turki Foto: (dok. Jimmy Cannon/7news)


Kapal-kapal pesiar tersebut ada yang datang dengan furnitur lengkap, sebagian ada pula yang sudah dicopoti isinya. Tapi 99% dari kapal pesiar tersebut bisa dijual sebagai besi bekas. Sisanya, seperti jaket penyelamat hingga pelampung bisa dijual lagi di pasar barang bekas.

Rata-rata kapal pesiar yang dibawa ke Aliaga, dipensiunkan lebih cepat 15 tahun dari masa akhir pemakaiannya. Itulah sebabnya industri kapal pesiar dicap sebagai industri 'hijau' dibandingkan dengan industri pesawat terbang.


Untuk mempreteli satu buah kapal pesiar sampai habis bisa dibutuhkan waktu hingga 8 bulan lamanya. Jumlah pekerja yang dibutuhkan juga cukup banyak, mencapai 1.300 orang untuk setiap kapalnya.

"Jika situasi ini berlangsung terus seperti ini, industri daur ulang kapal di Turki akan jadi satu-satunya tempat dimana Anda bisa membawa kapal pesiar bekas ke mari," pungkas Kaptan.

(wsw/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA