Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 19 Jul 2021 22:26 WIB

INTERNATIONAL DESTINATIONS

Mengenal Turkmenistan, Korea Utara di Asia Tengah yang Bebas COVID-19

Putu Intan
detikTravel
Saking sayang dengan anjing peliharaannya, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov membuat patung anjing raksasa setinggi 6 meter di ibu kota.
Turkmenistan. Foto: BBC
Ashgabat, Turkmenistan -

Di saat berbagai negara kelimpungan menghadapi COVID-19, Turkmenistan menyatakan negaranya bebas virus itu. Negara itu masih nol kasus COVID-19.

Pada awal Juni 2021, Presiden Turkmenistan Gurbanguly Berdymukhamedov mengungkapkan tak ada warga yang terjangkit COVID-19 di negaranya. Menurutnya hal itu tercapai berkat kerja keras bersama.

"Berkat kerja keras yang telah kami lakukan, belum menemukan kasus penyakit ini," kata dia dikutip dari AFP, Rabu (2/6/2021).

Akan tetapi sejumlah negara meragukan perkataan Gurbanguly. Pasalnya, ada sejumlah kasus orang meninggal setelah terpapar COVID-19 dari Turkmenistan. Misalnya seorang diplomat Turki dan duta besar Inggris yang mengaku tertular virus itu selepas bertugas di Turkmenistan.

Kendati nihil kasus COVID-19, Turkmenistan tetap mewajibkan masyarakatnya untuk memakai masker. Selain itu, warga berusia di atas 18 tahun juga wajib menerima vaksin.

Monumen of Niyazov and Arch of Independence in sunset. Ashkhabad. Turkmenistan.Monumen of Niyazov and Arch of Independence in sunset. Ashkhabad. Turkmenistan. Foto: Thinkstock

Sementara itu, Turkmenistan bukanlah satu-satunya negara yang mengklaim bahwa negaranya bebas COVID-19. Negara dengan pemimpin diktator, Korea Utara juga menyatakan hal yang sama.

Turkmenistan dan Korea Utara memang kerap dipersamakan. Turkmenistan bahkan dijuluki sebagai Korea Utara dari Asia Tengah lantaran kemiripan sistem pemerintahan dan isolasinya dari dunia internasional.

Sebagaimana diketahui, Turkemnistan merupakan salah satu negara pecahan Uni Soviet. Negara ini berbatasan dengan Kazakhstan, Uzbekistan, Afghanistan, dan Iran.

Sejak merdeka pada 27 Oktober 1991, negara ini dipimpin oleh ketua partai komunis yang bernama Saparmurat Atayevich Niyazov. Di bawah pemerintahan Saparmurat, segala bentuk informasi dikontrol pemerintah. Ia juga tidak mengizinkan adanya partai oposisi dan memilih tidak bergabung dalam politik internasional.

Kota di Asia TengahBangunan di Turkmenistan dilapisi marmer. Foto: Nellie Huang/BBC

Saparmurat ditetapkan sebagai presiden seumur hidup Turkmenistan, sampai ia meninggal dunia pada 21 Desember 2006. Ia kemudian digantikan Gurbanguly Berdymukhamedov yang ditunjuk Dewan Keamanan Negara Turkmenistan melalui pemilihan umum pada 11 Februari 2007.

Turkmenistan dikenal sebagai penghasil minyak dan gas bumi terbesar keempat di dunia. Kekayaan negara ini ditunjukkan lewat kemegahan di ibu kota negara, Ashgabat. Di sana, bangunan-bangunan dilapisi marmer.

Akan tetapi, baru-baru ini Kota Ashgabat ditetapkan sebagai kota termahal di dunia untuk pekerja asing. Hal itu diumumkan Survei Biaya Hidup Mercer. Alasan penetapannya sebagai kota termahal lantaran Ashgabat tengah dilanda krisis keuangan yang menyebabkan warganya kekurangan pangan dan hiperinflasi.



Simak Video "Ruben Onsu Ajak Seluruh Masyarakat untuk Tidak Takut Vaksinasi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA