Broad Peak, Gunung Maut yang Merenggut Nyawa Nirmal Purja

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Broad Peak, Gunung Maut yang Merenggut Nyawa Nirmal Purja

Bonauli - detikTravel
Minggu, 02 Agu 2026 18:15 WIB
Broad Peak, Gunung Maut yang Merenggut Nyawa Nirmal Purja
Nirmal Purja. Foto: DW (News)
Jakarta -

Pendaki legendaris Nirmal Purja tewas dalam ekspedisi menaklukkan Board Peak di Pakistan. Mari mengenal gunung ini dengan lebih dekat.

Broad Peak adalah gunung tertinggi ke-12 di dunia dengan ketinggian mencapai 8.051 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini terletak di pegunungan Karakoram, wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan, tepat di sepanjang perbatasan dengan China. Gunung ini hanya berjarak sekitar delapan kilometer dari K2.

Sebagai bagian dari massif Gasherbrum, gunung ini dinamakan 'Broad Peak' karena memiliki garis punggungan puncak yang sangat lebar dengan panjang membentang lebih dari 1,5 kilometer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara geografis, Broad Peak memiliki lima puncak yang berbeda, di mana tiga di antaranya melampaui batas ekstrem 8.000 meter, yaitu Puncak Utama (8.051 m), Rocky Summit (8.028 m), Broad Peak Central (8.011 m), Broad Peak North (7.490 m) dan Kharut Kangri (6.942 m), seperti dikutip dari situs pendakian Summit Climb.

ADVERTISEMENT

Gunung ini memiliki cuaca yang sangat sulit diprediksi. Tantangan lainnya merupakan jalur lereng barat yang curam dan rawan longsoran salju (avalans).

Broad PeakBroad Peak Foto: Wikimedia Commons

Sejarah mencatat bahwa gunung ini pertama kali berhasil ditaklukkan pada tahun 1957 oleh ekspedisi asal Austria. Mereka adalah Marcus Schmuck, Fritz Wintersteller, Kurt Diemberger, dan Hermann Buhl. Meskipun secara teknis dianggap sedikit lebih mudah daripada tetangganya K2, Broad Peak tetap menjadi salah satu medan pendakian paling menantang dan berbahaya di Pakistan.

Schmuck dan kawan-kawan mendaki rute barat dengan gaya alpin murni atau tanpa bantuan tabung oksigen tambahan, tanpa portir dataran tinggi, dan tanpa bantuan kamp dasar setelah pendakian dimulai.

Rute Normal ini melewati gully berbatu menuju Kamp 1 (5.500 mdpl), melintasi dinding salju luas ke Kamp 2 (6.100 mdpl) dan Kamp 3 (7.100 mdpl), sebelum akhirnya melewati celah col di ketinggian 7.800 meter menuju punggungan puncak yang sangat panjang.

Saat ini Broad Peak sedang menjadi pusat perhatian dunia akibat tragedi bencana pendakian internasional yang terjadi pada 30 Juli 2026. Sebuah longsoran salju raksasa menghantam area di antara Kamp 2 dan Kamp 3 pada ketinggian sekitar 6.600 meter, menyapu bersih seluruh tim ekspedisi yang beranggotakan 10 orang pendaki ke bawah jurang lereng barat utama gunung tersebut.

Seluruh anggota ekspedisi tersebut telah dinyatakan tewas. Di antara para korban terdapat Nirmal "Nimsdai" Purja (43), seorang pendaki legendaris keturunan Inggris-Nepal yang memimpin ekspedisi ini.

Ia terkenal karena memecahkan rekor mendaki seluruh 14 puncak tertinggi dunia dalam waktu enam bulan pada tahun 2019 (yang dikisahkan dalam dokumentari Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible).

Korban lainnya adalah Pur Bahadur Gurung ("Yukta"), pemandu elit Nepal yang telah mendaki Gunung Everest sebanyak 10 kali; Nadhira Al Harthy, perempuan Oman pertama yang berhasil menaklukkan Everest dan K2; serta Mallory Geis (39), seorang mantan pemilik studio Pilates asal San Antonio, Texas, Amerika Serikat, yang sedang menjalani ekspedisi 8.000 meter pertamanya di Pakistan.

Korban lainnya adalah pendaki Nepal lainnya adalah pendaki Pakistan Sohail Sakhi, seorang pendaki asal China bernama Wang, dan seorang klien asal Oman.

Dalam cuitan terakhirnya di platform X, Purjal mengatakan bahwa Broad Peak, awalnya tidak masuk dalam rencana pendakiannya. Ia tadinya hanya merencanakan pendakian ke Gasherbrum II atau G2. Namun Purja melihat peluang untuk menaklukkan Broad Peak sebanyak dua kali tanpa oksigen tambahan.

"Board Peak, saya tidak meminta apa pun selain perjalanan yang aman naik dan turun. Saya tidak menganggap remeh gunung mana pun," tulisnya.



(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads