Negara Ini Cuma Punya 1 Kebun Binatang, tapi Semua Satwa Tidak Dibeli

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Negara Ini Cuma Punya 1 Kebun Binatang, tapi Semua Satwa Tidak Dibeli

Bonauli - detikTravel
Sabtu, 15 Agu 2026 07:38 WIB
Kebun binatang Jardin Animalier Rainier III
Foto: Visit Monaco
Monako -

Negara ini cuma punya satu kebun binatang, tapi konsepnya berbeda. Semua satwa di kebun binatang ini tidak dibeli untuk kepentingan hiburan, melainkan diselamatkan.

Terletak di Eropa Barat, Monako menjadi negara pesisir yang memiliki luas 2,02 km persegi alias negara terkecil kedua di dunia. Meskipun wilayahnya sangat sempit, Monako dihuni oleh sekitar 39.000 penduduk, menjadikannya salah satu negara dengan kepadatan penduduk tertinggi di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keterbatasan wilayah tak membuat negara ini apatis pada hewan-hewan yang ada di sana. Pada 25 Desember 1954, H.S.H. Pangeran Rainier III memboyong sekitar tiga puluh hewan yang terluka dan menempatkannya dalam satu kawasan. Keputusan ini ia lakukan usai perjalanannya ke Afrika.

Keputusan itu menjadi cikal bakal kebun binatang Jardin Animalier Rainier III sebagai Centre d'Acclimatation Zoologique de Monaco. Namun, misi dari kebun binatang ini berbeda, mereka mengumpulkan, merawat, dan melindungi hewan-hewan yang berada dalam bahaya, seperti dikutip dari situs Visit Monaco.

ADVERTISEMENT

Tak seperti banyak kebun binatang dan taman satwa, hewan-hewan Jardin Animalier tidak dibeli. Semua satwa berasal dari sumbangan, penelantaran, atau penyitaan bea cukai. Pendekatan etis ini menawarkan kesempatan kedua kepada hewan yang sering dianiaya atau berada dalam bahaya.

Kebun binatang ini benar-benar dirancang sebagai tempat perlindungan, di mana semua hewan disambut dengan penuh perhatian dan rasa hormat, dan setiap pendatang baru menceritakan kisah yang unik. Para pengasuhnya berhati-hati dalam menjaga lingkungan hidup yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap hewan.

Pollux si kuda nil amfibi adalah salah satu penghuni kebun binatang yang jadi maskot. Dia tiba pada tahun 1986 setelah penutupan sirkus, dan dengan cepat membuat pengunjung jatuh hati. Bertempat di sebuah kandang dengan kolam dan area teduh, Pollux melambangkan komitmen taman terhadap hewan dalam kesusahan. Saat ini, ia adalah salah satu hewan yang paling banyak difoto dan dicintai di Monako, dari generasi ke generasi.

Saat ini, Jardin Animalier adalah rumah bagi sekitar enam puluh spesies yang tersebar di area seluas satu hektar. Burung-burung eksotis, reptil, primata, lemur, kura-kura, caiman, dan bahkan hewan ternak hidup berdampingan.

Pengunjung dapat menemukan berbagai satwa liar dalam suasana hijau dan menenangkan. Taman ini sebenarnya merupakan rumah bagi hewan-hewan kecil, mulai dari monyet capuchin hingga walabi dan kura-kura berkerut. Hanya kuda nil saja yang menjadi satwa berbadan besar.

Terletak di lereng selatan Rocher, Taman ini menawarkan pemandangan Pelabuhan Fontvieille yang menakjubkan. Selain itu, kebun binatang ini tidak datar, namun tata letaknya bertingkat.

Jalan setapak dan toilet sepenuhnya dapat diakses oleh masyarakat dengan mobilitas terbatas. Taman bermain juga tersedia untuk anak-anak.

Saat ini kebun binatang Jardin Animalier Rainier III ditutup sepanjang tahun 2026 karena adanya proyek perbaikan keamanan tebing batu yang kritis serta proyek modernisasi besar-besaran.



(bnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads