Bosscha (Wisata Ilmiah Astronomi)
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Teguh Budi Santoso

Bosscha (Wisata Ilmiah Astronomi)

- detikTravel
Senin, 11 Apr 2011 11:50 WIB
Bosscha (Wisata Ilmiah Astronomi)
JAWA BARAT - BOSSCHA : "WISATA" ILMIAH ASTRONOMI
Observatorium Bosscha-Departemen Astronomi ITB
Lembang-Bandung 40391
Telp/Fax: (022) 278 6001
e-mail: bosscha-itb@ bdg.centrin. net.id
web-site: www.bosscha. itb.ac.id

Sampai sekarang, keberadaannya tak dirancang sebagai tempat rekreasi. Namun
melalui perjanjian, kita dan anak-anak bisa masuk ke dalam observatorium ini
untuk menikmati wisata ilmiah astronomi.

Dulu, sekitar tahun '20, pernah diadakan pertemuan perhimpunan ilmu bintang
Hindia Belanda (Nederlandsch- Indische Sterrenwacht) di lobi hotel Savoy
Homan, Bandung. Dalam pertemuan itu, diputuskan rencana pembangunan sebuah
observatorium bintang yang tangguh di Hindia Belanda. Pencarian lokasi pun
dilakukan. Pilihan jatuh di salah satu pegunungan Anak Tangkuban Parahu,
kurang lebih 15 km ke arah utara dari pusat kota Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kala itu, lokasi tersebut dipilih karena jauh dari keramaian. Asal tahu
saja, keramaian yang biasanya ditingkahi cahaya lampu bangunan, lampu mobil
dan lampu jalanan bisa mengganggu proses pengamatan ke luar angkasa. Selain
bebas dari polusi cahaya, tempat ini pun dianggap mempunyai ketinggian
sangat ideal, yaitu 1300 m di atas permukaan laut. Dari situ pemandangan ke
arah timur, barat, utara dan selatan menghampar luas sehingga pengamatan
dapat dilakukan secara leluasa.

Baru pada 1928, bangunan beratap kubah yang dirancang arsitek KCPW
Schoemaker ini, resmi berdiri. Bangunan itu dinamakan Observatorium Bosscha
untuk menghormati sang penggagas yang juga menyandang dana pembangunannya,
yaitu Karel Albert Rudolf Bosscha. Beliau seorang pengusaha perkebunan teh
di Malabar yang sangat mencintai ilmu pengetahuan, terutama astronomi.
Dengan uangnya, Bosscha membiayai pembelian teropong yang saat itu sama
modernnya dengan teropong-teropong lain di luar Hindia Belanda. Kini,
Observatorium Boscha dikelola Departemen Astronomi ITB.

PROGRAM OBSERVATORIUM BOSSCHA

Selain digunakan untuk penelitian serta pengembangan keilmuan astronomi,
Observatorium Bosscha juga digunakan sebagai sarana pendidikan publik di
bidang astronomi. Makanya, tempat ini terbuka bagi siapa saja. Dari situ
diharapkan akan makin banyak orang Indonesia, khususnya generasi penerus,
yang tertarik menggeluti dunia astronomi. "Juga, sebenarnya kegiatan
pengabdian pada masyarakat sudah merupakan program kerja Obeservatorium
Bosscha sejak dulu," ujar Dr. Moedji Raharto, Direktur Observatorium Boscha
Departemen Astronomi FMIPA-ITB.

Untuk melayani pengunjung awam, Bosscha menyediakan penerangan mengenai ilmu
astronomi secara global. "Penjelasannya dibantu dengan slide show dan
alat-alat peraga agar mudah ditangkap." Dengan begitu, pengunjung bisa
mendapat gambaran mengenai gugusan bintang, rasi bintang, tata surya, hingga
galaksi di jagat raya dan pergerakan-pergerak an anggota tata surya serta
bintang-bintang secara sederhana. Selanjutnya, pengunjung diajak mengenal
astronomi secara langsung dengan menggunakan teropong.

Yang terbesar adalah teropong Zeiss, beratnya mencapai 17 ton. Kita boleh
bangga memilikinya karena teropong refraktor ganda ini merupakan salah satu
teropong terbesar di dunia. Empat teropong lainnya yang lebih kecil adalah
teleskop Bamberg, teleskop Schmidt-Bimasakti, teleskop Goto, dan teleskop
Unitron.

Pengunjung jangan takut pusing atau "bakal enggak nyambung", sebab siapa pun
yang mengajukan pertanyaan akan dijawab dengan penjelasan mendetail yang
disampaikan dalam bahasa populer. "Bahkan, supaya pengunjung lebih puas,
kami menyediakan note book tentang Observatorium Bosscha yang isinya
menerangkan sejarah hingga keterangan teropong yang terdapat di sini,"
tambah Moedji.
(gst/gst)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads