Mencicipi Keindahan Negeri Laskar Pelangi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Mencicipi Keindahan Negeri Laskar Pelangi

Yuli Nuzulia - detikTravel
Kamis, 16 Feb 2012 08:17 WIB
Jakarta - Akhirnya bisa juga mencicipi indahnya panorama Pulau Belitung, Negeri Laskar Pelangi. Pasir putih, air laut yang jernih, batu-batu besar yang menakjubkan.Saat mendarat kita dibuat pusing dengan ulah para calo untuk menawarkan sewa kendaraan karena di sini tidak ada taksi. Jadi mau tidak mau kita harus sewa kendaraan dari bandara menuju tempat penginapan.Kebetulan saat itu saya menginap di Bukit Berahu Cottage. Tempatnya agak terpencil dan untuk mencapai cottage kita harus naik turun tangga yang cukup membuat energi terkuras. Tapi dengan pemandangan langsung ke arah pantai dan dengan harga yang bersahabat, menjadikan tempat ini punya nilai lebih. Saat pertama kita membuka pintu cottage yang terlihat hamparan pasir putih dan air jernih. Untuk makanan, Bukit Berahu Cottage menyajikan makanan lumayan enak dan harga juga tidak terlalu mahal, dibandingkan dengan harga cottage yang saya singgahi.Sesuai arahan browsing di internet, saya menyewa sepeda motor dengan harga Rp 75 ribu per hari, lumayan untuk berkeliling seputar pulau. Untuk harga sewa mobil per hari Rp 350 ribu. Karena hobbi saya adalah pantai jadi saya tur pantai ke pantai. Pasir putih, air jernih seperti menjadi surga buat saya, walau alhasil menambah keeksotisan warna kulit, tapi hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk tetap bermandi matahari dan bermain di pantai.Tidak lupa hal wajib jika kita ke Pulau Belitung ini adalah tur pulau yang dapat kita lakukan dengan menyewa perahu sekitar Rp 300-400 ribu per hari. Kita diantar ke beberapa pulau seperti Pulau Burung, Pulau Lengkuas dimana kita dapat mengunjungi mercu suar peninggalan Belanda, dan beberapa pulau kecil lainnya. Sedikit tips sebelum kita tur ke pulau adalah membawa makanan untuk bekal, karena tidak ada restoran yang menjual makanan di pulau-pulau ini. Yang ada di sini, hanya penjual mie instant.Yang paling tidak terlupakan dari perjalanan saya ke Belitung adalah saat pulang dari Tanjung Pandan menuju Bukit Berahu saat itu sudah senja langit pun sudah mulai gelap. Di Belitung penerangan jalan belum sepenuhnya terpenuhi alhasil gelap gulita di jalan raya sudah menjadi hal biasa. jadi saya pun mulai bergegas pulang ke Bukit Berahu. Dari Tanjung Pandan ke Bukit Berahu memakan 45 menit perjalanan.Ketika mulai berangkat pulang hal yang tidak diinginkan terjadi. Lampu motor mati. Tidak terbayang harus melewati hutan yang gelap gulita dengan mengandalkan lampu sen. Tapi dengan kecepatan minimal dan terkadang membuntuti kendaraan yang lewat di depan, saya berhasil kembali ke cottage dengan hati yang masih berdebar-debar. Hal ini menjadikan Belitung benar-benar liburan yang paling mengesankan. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads