Free Dive, Cara Baru Menikmati Keindahan Bawah Laut

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Free Dive, Cara Baru Menikmati Keindahan Bawah Laut

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Minggu, 01 Apr 2012 16:24 WIB
Jakarta - Menyelami keindahan lautan tak hanya dengan snorkeling di permukaan atau SCUBA Diving dengan bantuan oksigen. Anda bisa melakukan free dive, menyelam tanpa bantuan alat apa pun termasuk tabung oksigen. Berani mencoba?"Free dive adalah menyelam tanpa tabung oksigen. Hanya menggunakan masker, wet suit, dan fin."Itulah pengertian free dive yang dikemukakan oleh Arif Junus, swimming instructor Let's Freedive, saat seminar tentang jenis olehraga ekstrim tersebut di pameran Deep & Extreme Indonesia 2012, JCC Senayan, Jakarta Pusat.Betul sekali, free dive bisa digolongkan sebagai olahraga ekstrim. Tapi tenang saja, bukan berarti hal ini tak bisa dilakukan orang awam. Memang butuh keberanian lebih untuk melakukan hal ini, mengingat Anda akan menahan nafas cukup lama di bawah permukaan air.Bagi para free diver termasuk Arif sendiri, kegiatan ini sungguh menyenangkan. Anda bisa berbaur dengan seisi bawah laut, merasakan kehidupan mereka secara lebih dekat tanpa ada pembatas antara kehidupan laut dan daratan.Tentu saja, Anda juga bisa melakukan free dive. Hal pertama yang harus Anda miliki adalah rasa nyaman di dalam air."Perasaan nyaman di dalam air itu sangat penting. Alangkah baiknya jika Anda sudah bisa berenang, setidaknya non-stop sepanjang 50 meter lintasan," kata Arif kepada detikTravel, Minggu (1/4/2012).Satu hal yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan free dive adalah nafas yang panjang. Oleh karena itu, Anda sebaiknya membiasakan olahraga agar pembuluh darah lancar. Jika peredaran darah Anda lancar, maka oksigen akan mudah untuk menyebar ke seluruh tubuh."Pemula yang yang gemar olahraga biasanya tahan 1 menit di dalam air. Sementara yang jarang olahraga hanya mencapai setengahnya," tambah Arif.Satu hal yang penting Anda ketahui, adalah tidak menetapkan ambisi dalam melakukan free diving. Ambisi untuk mencapai titik kedalaman tertentu hanya akan menambah resiko free dive itu sendiri. Resiko umum itu ada tiga, yakniΒ lost motor control, hypoxia, juga black out.Lost motor control terjadi ketika Anda memaksakan diri untuk menyelam. Yang terjadi kemudian adalah Anda akan kehilangan kontrol motorik ketika perjalanan naik ke permukaan. Tubuh Anda sudah tak mampu bergerak, dan tak bisa membuka snorkel.Hypoxia adalah kekurangan oksigen, yang bisa membuat panik jika tidak tahu cara mengatasinya. Setidaknya, Anda harus tetap tenang ketika berenang mencapai permukaan."Sementara black out, bisa terjadi kalau Anda sudah mengalami hypoxia terlalu lama. Atau, mengalami lost motor control sehingga air akan masuk lewat snorkel Anda, alias swallow black out, " tambah Arif.Untuk mencegah resiko-resiko tersebut, penting bagi Anda untuk menyelam bersama teman yang seimbang, yaitu free diver dengan kemampuan yang minimal sama. Hal ini penting agar teman Anda mengetahui kondisi Anda selama melakukan free dive.Sebelum menyelam ke titik kedalaman tertentu, cobalah menyelam berurutan mulai dari 3 meter, 5 meter, 10 meter, dan seterusnya. Jangan buru-buru menyelam ke titik yang cukup dalam karena tekanan akan membuat tubuh Anda kaget. Anda pun bisa-bisa panik dan kehilangan ritme mengeluarkan nafas.Hal terakhir dan yang terpenting sebelum Anda melakukan free dive adalah latihan. Anda harus berlatih pernafasan, gerakan renang, gerakan menyelam, serta teknik-teknik untuk free dive. Tak sulit untuk menemukan tempat latihan. Di Jakarta, Anda bisa mengikuti les free dive tiap Sabtu atau Minggu pukul 10.00 WIB."Tempatnya di kolam renang Senayan. Biayanya cukup murah, hanya Rp 50.000 untuk satu bulan latihan," kata Arif.Lamanya latihan tergantung kemampuan masing-masing orang. Jika Anda gemar berolahraga dan mampu melewati rangkaian tes dengan baik, maka dalam 4 kali pertemuan Anda sudah bisa terjun di laut lepas!Titik free dive bagi pemula yaitu di sekitar Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Setelah itu, Anda bisa mulai merambah Pulau Tulamben di Bali untuk petualangan free dive yang lebih seru, tentunya dengan panorama bawah air yang katanya lebih indah!"Free dive memang tergolong sulit dan resikonya tinggi. Tapi, kalau kita melakukan semuanya sesuai prosedur dan banyak latihan sebelumnya, resiko itu hilang sama sekali. Yang ada, hanyalah diri Anda yang menyatu dengan habitat bawah air," kata Arif menutup cerita. (travel/travel)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads