Akhir Proses Jumat Agung yang Khidmat di Larantuka, Flores
Sabtu, 07 Apr 2012 09:10 WIB
Putri Rizqi Hernasari
Jakarta - Melengkapi prosesi Jumat Agung di Flores, arak-arakan patung Tuan Meninu kembali di gelar. Diikuti lebih dari 1.000 umat, arak-arakan dimulai pada pukul 20.50 Wita. Setelah pada pagi hari dilakukan berbagai prosesi Semana Santa, untuk melengkapi prosesi Jumat Agung, dilakukan arak-arakan patung Tuan Ana, Tuan Ma dan Tuan Meninu oleh warga Larantuka, Flores. Arak-arakan dimulai setelah misa malam, yaitu pukul 20.50 wita. Mengawali prosesi, puji-pujian terhadap Tuhan dilakukan. Tabuhan gendang dan matraka (sejenis kecrekan) Β memecahkan kesucian malam di Larantuka, Flores Timur. Patung ini dibawa berkeliling Larantuka mulai dari Katedral. Prosesi terasa begitu sakral dengan adanya panjatan doa. Tak lupa iringan musik yang tak henti-hentinya menambah khidmat prosesi. Sekitar 1.000 orang umat mengiringi prosesi arak-arakan ini. Tak mau kalah dengan pengiring, jumlah pengunjung yang menonton acara ini pun mencapai 1.000an orang. Warga yang mengiringi arak-arakan membawa lilin besar berdiameter 5 cm dengan tinggi sekitar 50 cm sebagai penerangan. Lilin ini sukses membuat Larantuka bersinar dengan kemilau cahaya lilin. Dari pantauan detikTravel, Jumat (6/4/2012), tampak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berada dalam barisan arak-arakan. Sama seperti pengiring yang lain, ia membawa lilin dan mengenakan baju serba hitam. Di belakang Menparekraf, tampak kelompok dengan pakaian serba putih. Inilah keluarga Raja Larantuka. Tepat di belakang kotak berisi Tuan Munino digotong oleh 4 orang dengan wajah tertutup. Selama prosesi berlangsung, terlihat pengamanan yang cukup ketat. Terlihat warga, pramuka, polisi dan satpol PP mengamankan. Larantuka juga dipenuhi oleh pengunjung yang sengaja datang untuk melihat prosesi Semana Santa, mulai dari wisatawan lokal hingga mancanegara. Biasanya, prosesi ini berlangsung hingga pukul 02.00 Wita. Angin dan gelap malam pun menemani umat selama prosesi berlangsung. Sungguh malam yang khusyu dan penuh magis.












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah