Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan

Fitraya Ramadhanny - detikTravel
Senin, 04 Jun 2012 12:50 WIB
loading...
Fitraya Ramadhanny
Kereta Mak Itam, yang tua nan bersejarah (Afif/detikTravel)
Uap dari lokomotif Mak Itam (Afif/detikTravel)
Hamparan sawah yang hijau sepanjang perjalanan (Afif/detikTravel)
Danau Singkarak, yang indah nan mempesona (Afif/detikTravel)
Para pebalap yang menikmati cemilan khas Sumbar (Afif/detikTravel)
Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan
Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan
Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan
Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan
Ketika Jago Balap Sepeda Naik Mak Itam yang Pelan-pelan
Jakarta - Kereta Api Mak Itam merupakan salah satu kereta yang bersejarah di Sawahlunto, Sumbar. Dengan laju 15 km/jam saja, kereta ini mengantar para pembalap sepeda Tour de Singkarak untuk menikmati pesona alam Ranah Minang.Bagi atlet balap sepeda, kecepatan adalah nomor satu. Jika semakin cepat sepeda, maka semakin dekat gelar juara. Tapi, di sela-sela Tour de Singkarak 2012, Minggu (3/6/2012) para pebalap menikmati kereta Mak Itam yang bergerak lambat-lambat saja. Sensasi yang berbeda dengan keindahan alam Sumatera Barat di sepanjang perjalanan.Mak Itam adalah sebutan untuk lokomotif uap bertenaga batu bara, Mak merupakan sebutan masyarakat Minang untuk seseorang yang dianggap tua dan Itam adalah warna hitam. Lokomotif tua ini dipakai dalam kereta wisata Mak Itam sebagai salah satu kegiatan wisata di Sawahlunto, Sumatera Barat. Bahan bakarnya pun adalah batu bara. Lokomotif ini sudah ada sejak zaman Belanda!Sepanjang perjalanan, para pembalap diajak menjelajahi alam Sumatera Barat. Perjalanan dimulai dari Stasiun Padang Panjang menuju Batutabal dengan kereta api biasa. Lalu di Stasiun Batutabal, kereta tersebut disambungkan dengan Mak Itam dan melanjutkan perjalanan.Sepanjang perjalanan, sawah dan aktivitas masyarakat Sawahlunto dapat terlihat jelas. Warna hijau pun mendominasi pemandangan alam sepanjang perjalanan. Perbukitan yang menjulang tinggi serta awan biru, menjadi pelengkap yang manis. Suara khas kereta Mak Itam, "Tuuuuut tuut!" terdengar jelas sepanjang perjalanan."Kereta Mak Itam telah ada sejak lama. Jadi wisatawan dapat merasakan sensasi 3 zaman, zaman Belanda, Jepang, dan sekarang ini," kata Syarif, petugas kereta api kepada detikTravel, Minggu (3/6/2012).Meski tidak sampai di Sawahlunto, karena terlalu lama sehingga dilanjutkan dengan mini bus dari Stasiun Solok, para pebalap mengaku puas dengan kereta bersejarah ini. Salah satu pemandangan yang spesial adalah Danau Singkarak, kereta ini pun menjelajahi danau luas tersebut.Hamparan danau yang biru seolah menjadi oase selama perjalanan. Tak sedikit para pebalap yang mengabadikan momen tersebut dalam kamera."Ini pengalaman yang menyenangkan, pemandangan indah dan saya jarang melihatnya. Wonderful!" kata Jose, official team dari Azad University, Iran.Pembalap sepeda kelas dunia saja terpesona dengan kereta Mak Itam. Bagaimana dengan Anda?
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads