2 'Perawan' Baru dari Lombok: Gili Sudak & Gili Kedis
Rabu, 21 Agu 2013 09:20 WIB
Agussalim
Jakarta - Serasa pulau pribadi. Itulah kesan pertama yang pasti traveler lontarkan saat berkunjung ke Gili Sundak dan Gili Kedis. Dua pulau ini bagai 'duo perawan' dari Lombok. Berbeda dengan Gili Meno, Air, atau Trawangan.Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Trawangan sudah tersohor di kalangan wisatawan yang berkunjung ke Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kalau berkunjung ke sini, cobalah melipir ke Gili Sudak dan Gili Kedis.Terletak di Sekotong Tengah, Lombok Barat, hanya perlu 1 jam dari Kota Mataram untuk berkunjung ke dua pulau ini. Untuk mencapai Gili Sudak dan Gili Kedis, wisatawan harus menyeberang naik perahu motor yang bisa mengangkut maksimal 6 orang.Sebelum sampai pelabuhan, turis harus melewati jalan yang belum diaspal sepanjang 2 kilometer. Lokasi pelabuhan memang jauh dari jalan raya. Cobalah tanya warga setempat kalau sudah memasuki Sekotong Tengah.Pelabuhan ini hanya berupa pantai. Kendaraan yang Anda bawa bisa diparkir di pinggirannya. Tak perlu kuatir, ada nelayan yang siap mengantar wisatawan menuju Gili Sundak dan Gili Kedis. Hanya perlu 5 menit menyeberang lautan!Biasanya, wisatawan pertama dibawa ke Gili Sudak. Anda akan dimanjakan oleh pasir putih yang menyelimuti pulau ini, lengkap dengan air laut yang jernih. Deretan pohon cemara berbaris rapi di bibir pantai. Kalau Anda suka snorkeling, Gili Sudak adalah lokasi yang pas untuk menyapa penghuni bawah air.Perairannya jernih, arusnya tenang, terumbu karang dan ikannya banyak. Setelah itu, Anda bisa menyeberang ke Gili Kedis yang letaknya dekat Gili Sudak. Butuh waktu 10 menit menyeberang naik perahu motor. Gili Kedis yang mungil akan menghipnosis turis dengan pemandangannya yang indah dan tak berpenghuni. Benar-benar seperti pulau pribadi!Bayangkan saja, seluruh pulau Gili Kedis diselimuti pasir putih yang cantik. Hanya ada beberapa pohon, dan tidak ada penghuninya. Di pulau ini, turis juga bisa snorkeling karena panorama bawah lautnya sama cantiknya dengan Gili Sudak.












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Meresahkan, Rombongan Pendaki Karaoke di Puncak Gunung Andong