Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional

Zulfan Ariansyah - detikTravel
Selasa, 14 Okt 2014 13:21 WIB
loading...
Zulfan Ariansyah
pondok di mana lokasi pengolahan obat tradisional
Pak cut Kadir dan saya sedang bertukar informasi
Beberapa dedaunan sebagai bahan pembutan obat tradisional
Setelah direbus
Memasukkan ke dalam bool untuk di antarkan ke pelanggan
Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional
Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional
Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional
Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional
Liburan yang Beda di Aceh, Bertemu Peracik Obat Tradisional
Jakarta - Jalan-jalan ke pelosok Aceh Besar, Anda dapat menemukan pondok peracik obat tradisional. Semua bahannya diambil di kawasan perbukitan di Kecamatan Darul Kamal, tepatnya di Desa Gampong Lhang. Wisata sekaligus belajar!Indonesia bumi yang subur, segala jenis tumbuhan tumbuh di segala sisi lahan yang ada di wilayah ekosistem masing-masing. Berbicara tentang tumbuhan, saya mempunyai suatu pengalaman.Dimana ketika melewati salah satu desa di pelosok negeri, yaitu di Kawasan Gampong Lhanng, Kecamatan Darul Kamal di Kabupaten Aceh Besar.Ketika melewati kawasan tersebut, saya sempat singgah di salah satu pondok pembuatan obat tradisional yang diolah dari beberapa jenis rempah-rempah atau pun dedaunan sebagai jenis tanaman disekitar pondok tersebut.Lokasi pondok di kaki bukit yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman alam diolah oleh Pak Cut Kadir, menjadi beberapa obat tradisional tanpa bahan pengawet. Setiap hari pak Cut kadir meracik serta memasak dedaunan untuk dibagikan kepada masyarakat sekitar yang sudah berlangganan.Obat yang sering diracik diantaranya yaitu, obat alami untuk penyakit lambung, kolesterol, dan beberapa lainnya. Biasanya racikan obat beliau sesuai pesanan konsumen.Untuk mencari dedaunan atau bahan racikan tersebut, Pak Cut Kadir mengkhususkan hari Kamis untuk mendaki bukit di sekitar pondoknya, untuk mencari stok bahan pembuatan obat tersebut.Dari informasi yang saya dapat, kata Pak Cut kadir, bahan ramuan obatnya ini lebih dari 20 jenis dedaunan ataupun rempah-rempah. Jenisnya lebih dikenal dalam bahasa Aceh, seperti daun meureuleut, ulammi, urat sigentet, halia, langkueh, kulit jambe kleng, kulit on Keurundong, akar capa, dan sebagainaya.Air rebusan racikan Pak Cut kadir biasanya langsung diminum di tempat, dan ada juga dimasukkan ke dalam botol untuk diantarkan bagi konsumen yang jaraknya jauh dari lokasi pengolahan. Ada juga dedaunan yang sudah kering, dikirimkan ke luar kabupaten sesuai permintaan.Pada kesempatan tersebut, saya juga mencoba merasakan hasil racikan Pak Cut Kadir. Dimana obat tersebut bisa dikonsumsi sesuai keluhan pada badan kita. Setelah mengkonsumsi, alhamdullilah badan terasa enakan.Berjalan di muka bumi ini, kita pasti akan mengetahui apa yang sebelumnya kita belum lihat. Banyak tumbuhan di sekitar kita ternyata memiliki khasiat serta manfaat masing-masing.Semua penyakit pasti ada obatnya. Hanya saja kita harus mengobatinya dan Insya Allah akan ada jalan untuk kesembuhan.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads