Dari stasiun pusat (central station) kereta Stockholm, Old City bisa ditempuh dengan 10 menit jalan kaki. Jangan khawatir bosan sepanjang jalan, toko dan restoran bisa jadi pemandangannya.
Ketika berada di ujung Drottninggatan alias 'jalan ratu' maka Anda akan menemui gerbang masuk Old City. Dari luar saja tempatnya sudah eksotis dengan keberadaan sungai di bibir jalan. Di wilayah ini juga terdapat tempat tinggal Perdana Menteri Swedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi keberadaan berbagai gang (jalan sempit) berkelok yang berada di sini, begitu kental nuansa lawasnya. Sayang, beberapa jalan sudah jadi tempat coret-coretan.
Pusat Old City berada di jalan Stortorget. Orang sana kerap menyebutnya sebagai alun-alun, dimana berbagai kegiatan kerap dilakukan di sini.
Di alun-alun pula terdapat Museum Nobel. Deretan orang hebat pemenang Nobel ditampilkan di museum ini. Jangan khawatir, masuknya gratis lho.
Ada pula tiga bangunan tua nan ikonik ala Stockholm yang berwarna orang, kuning dan hijau di tempat ini.
Jika sudah selesai berkeliling museum dan alun-alun, pelancong pun bisa meneruskan petualangannya ke berbagai sudut Old City. Bangunan tua di tempat ini sangat memanjakan mata. Konon, bagian luar dari bangunan ini tetap dipertahankan seperti aslinya, cuma bagian dalamnya saja yang boleh dibuat lebih modern.
Bangunan tua di Old City juga tak ditinggalkan begitu saja. Sebab juga diberdayakan untuk toko souvenir, restoran dan lainnya. Jadi sembari jalan-jalan menyusuri kota tua, pelancong juga bisa mengakomodir dahaga shooping-nya.
Namun ya itu tadi, pengguna bangunan di Old City harus menjaga wajah jadul setiap bangunan di sini. Di dalam bangunan boleh saja ditambahi alat modern, tetapi potret lawas yang menyimpan setumpuk sejarah kota Stockholm harus tetap terpancar dari bangunan tersebut.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah