Dollar Naik, Traveling ke Luar Negeri Jangan Sampai Batal!

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Dollar VS Traveling

Dollar Naik, Traveling ke Luar Negeri Jangan Sampai Batal!

- detikTravel
Rabu, 11 Mar 2015 08:20 WIB
Dollar Naik, Traveling ke Luar Negeri Jangan Sampai Batal!
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Dollar AS yang tembus angka Rp 13.000 tak pelak meresahkan wisatawan Indonesia. Tak sedikit traveler yang akan bepergian ke luar negeri dalam waktu dekat. Bagaimana pendapat mereka, apakah harus membatalkan perjalanan?

Dollar AS adalah mata uang universal dan paling diterima di tiap negara. Namun, dollar AS yang kini tembus Rp 13.000 agaknya memaksa wisatawan untuk merogoh kocek lebih dalam. Beda sedikit saja, akan sangat berpengaruh terhadap jumlah uang yang kita tukar.

Tapi yang namanya traveling, apalagi jika sudah direncanakan jauh-jauh hari, harus tetap berjalan. Beberapa traveler Indonesia mengungkapkan rencana traveling mereka dalam waktu dekat. Ketiganya berpendapat sama, traveling ke luar negeri harus tetap jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau pesan tiketnya jauh-jauh hari, tentu saja harus berangkat. Tapi kalau belum beli tiket, barulah boleh ditunda," tutur Hardi, traveler yang akhir bulan ini akan melakukan perjalanan ke Nepal kepada detikTravel, Rabu (11/3/2015).

Naiknya nilai dollar AS menyebabkan Hardi harus menyiapkan bujet lebih untuk bisa mengimbangi rupiah yang akan dia tukar.

"Ada tambahan bujet terutama yang menggunakan komponen USD. Misal, hotel dan paket tur," jelasnya.

Hal serupa dirasakan Angga Widitama, traveler yang tanggal 21 Maret 2015 mendatang akan traveling ke Singapura. Ke manapun dia traveling, Angga selalu membawa dollar AS lebih banyak dibanding mata uang negara tujuan.

"Saya selalu membawa 2 jenis mata uang kalau ke luar negeri, lokal dan USD. Nah kemarin waktu menukar uang, sangat terasa bedanya. Tampaknya booking online hotel juga ratenya jadi naik," papar Angga.

Namun berbeda dengan Hardi, Angga lebih memilih untuk berhemat dibanding menyisihkan anggaran tambahan.

"Bujet sama saja, di sananya (Singapura-red) nanti yang akan dipangkas," tambahnya.

Traveler lainnya yang baru pulang dari luar negeri, sekaligus akan traveling ke luar negeri dalam waktu dekat adalah Alexander Thian. Naiknya dollar AS rupanya tak terlalu berpengaruh bagi Alex, apalagi destinasi selanjutnya yang akan dia datangi adalah Jepang.

"Nggak ngaruh, soalnya saya akan ke Jepang. Pastinya akan ngaruh banget kalau mau ke Eropa dan lain-lain," tutur Alex yang baru pulang dari Australia itu.

Namun dia setuju, agenda traveling ke luar negeri tak boleh batal meski nilai dollar AS naik.

"Kalau sudah beli tiket, booking hotel, ya pasti harus jalan. Lagipula menurut saya, dolar akan turun lagi kok," tambahnya.

Bagaimana dengan Anda? Tetap lanjut berangkat, menunda atau malah batal traveling? Jika punya opini soal ini, silakan kirim email ke redaksi@detik.travel.

(sst/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads