Nepal Punya Bandara Paling Mengerikan di Dunia

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Nepal Punya Bandara Paling Mengerikan di Dunia

- detikTravel
Kamis, 09 Apr 2015 12:50 WIB
Nepal Punya Bandara Paling Mengerikan di Dunia
Pesawat yang mendarat di Bandara Tenzing-Hillary (Getty Images)
Lukla - Salah satu bandara paling mengerikan di dunia ada di Nepal. Namanya adalah Bandara Tenzing-Hillary di Kota Lukla. Berada di ketinggian 2.845 mdpl, bandara ini landasannya hanya 460 meter, di depannya langsung jurang.

Situs BBC Travel seperti ditengok detikTravel, Kamis (9/4/2015) memasukan Bandara Tenzing-Hillary dalam daftar bandara mengerikan di dunia. Traveler yang mendarat di sana, jantungnya serasa mau copot saja!

Bandara Tenzing-Hillary dibangun tahun 1960 yang berlokasi di Kota Lukla, Khumbu, Nepal. Usut punya usut, nama bandaranya diambil dari dua pendaki pertama yang menginjakan kaki di Puncak Everest, puncak tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 mdpl di jajaran Pegunungan Himalaya. Mereka adalah Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bandara Tenzing-Hillary pun merupakan akses pintu masuk bagi pendaki yang mau menaklukan Puncak Everest. Tapi ingat, hanya pesawat perintis saja yang bisa mendarat di sana.

Kengerian Bandara Tenzing-Hillary ada pada landasan pacunya yang hanya punya jarak 460 meter saja. Ditambah lokasinya yang ada di ketinggian 2.845 mdpl dan dikepung pegunungan, angin kencang sering menyulitkan pilot untuk mendarat atau lepas landas.

Belum selesai, bandara yang ada di puncak bukit ini memiliki sisi utara dan selatan yang juga mengerikan. Sisi utaranya pegunungan dengan ketinggian mencapai 5.000 mdpl lebih, sedangkan di sisi selatannya adalah tebing curam dengan jurang sedalam 600 meter!

Hanya pilot berpengalaman dan handal yang bisa mendaratkan atau lepas landas dari Tenzing-Hillary. Pesawat perintis yang terbang ke sana, kebanyakan adalah pesawat carter seperti maskapai Tara yang terbang dari Kathmandu. Tiketnya USD 161 atau setara Rp 2 juta untuk sekali jalan dan dua kali lipatnya untuk PP.

"Tidak boleh ada kesalahan sedikit pun bagi pilot yang terbang ke sana," tulis situs BBC Travel.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads