Yang Biru dan Eksotis di Bali: Pantai Pandawa
Jumat, 30 Okt 2015 12:50 WIB
Anggi Agistia
Jakarta - Hamparan pasir putih, gradasi air laut, serta awan putih yang berpadu dengan langit biru. Itulah gambaran Pandawa, pantai eksotis di Bali yang jadi destinasi wisatawan. Buktikan sendiri kecantikannya! Sejak merencanakan perjalanan ke Bali, teman-teman merekomendasikan Pantai Pandawa untuk saya datangi. Meski perjalanan sempat memutar karena salah membaca petunjuk jalan, akhirnya kami sampai di pantai ini.Menuju pantai ini sebetulnya tidak sulit, hanya medannya masih dalam tahap pembangunan. Jalannya masih berupa tanah merah bercampur batu kapur. Berhubung punya pengalaman buruk jatuh dari motor karena ngebut di jalanan berpasir, kali ini saya mengendarai motor lebih hati-hati, disertai berdoa lebih sering supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Untungnya pengunjung juga terbilang sepi sekali, cuma ada satu-dua kendaraan yang lalu lalang.Ternyata pantai ini lebih dikenal sebagai Pantai Kutuh oleh masyarakat sekitar. Masuk kawasan Pantai Pandawa dikenakan biaya retribusi Rp 2.000/ orang. Sebelum menuju pantai seolah membelah bukit kapur, saya teringat waktu jalur lingkar Nagreg masih dalam tahap pembangunan. Kira-kira begitulah.Yang bikin senang adalah sehabis lewat jalur yang diapit dua bukit kapur, pengunjung disuguhkan pemandangan birunya laut dan langit yang seolah berkompetisi jadi yang paling indah. Oya, tulisan 'Pantai Pandawa' juga jadi salah satu spot foto wajib. Setiap yang datang pasti berhenti dulu di pinggiran tebing untuk selfie. Oya, di dekat tempat pemberhentian ini juga sepanjang tebing ada patung-patung dewa. Saat ke mari, mayoritas turis yang datang adalah asal mancanegara. Ada juga beberapa rombongan mahasiswa yang naik bus pariwisata dari Pulau Jawa. Aneka permainan pantai bisa dilakukan di sini. Surfing, berjemur, berenang, atau duduk-duduk di pinggiran pantai. Sepanjang tepi pantai ada penjual makanan, Anda bisa langsung memesannya.Awalnya saya cuma mau jalan-jalan, beach hopping seharian, sesuai rencana awal. Tapi apalah daya, akhirnya berhasil dibujuk supaya mau main perahu kano karena si penyewa bilang dijamin nggak akan basah. Dengan harga Rp 30.000 sudah termasuk pelampung, harga ini termasuk harga cuma-cuma katanya. Hari semakin siang, selepas berganti pakaian saya bersiap melanjutkan perjalanan lagi. Pantai Pandawa, saya akan kembali lagi tapi nanti tidak sendiri. Begitu ucapku dalam hati seraya menjauh dari kawasan pantai.












































Komentar Terbanyak
Ditonjok Preman Pantai Santolo, Emak-emak di Garut Babak Belur
Terungkap! Penyebab Kapal Dewi Anjani Tenggelam: Semua ABK Ketiduran
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun