Syahdu, Pelepasan 5.000 Lampion Waisak 2016 di Borobudur
Selasa, 24 Mei 2016 14:17 WIB
Arya Martin
Jakarta - Candi Borobudur seperti tahun-tahun sebelumnya, menjadi pusat perayaan Hari Raya Waisak 2016. Puncak prosesi yang diiringi pelepasan 5.000 lampion berlangsung khidmat dan syahdu.Peringatan hari raya Waisak tahun 2016 dirayakan oleh umat Buddha pada tanggal 21 Mei. Seperti tahun-tahun sebelumnya peringatan Waisak digelar di area Candi Borobudur, Magelang. Ritual-ritual keagamaan dilaksanakan mulai dari pagi hari hingga malam hari dimana puncaknya adalah pemukulan gong sebanyak 3 kali pada pukul 04:14:06 WIB sebagai tanda detik-detik waisak.Tahun ini, Bhikku Wongsin Labhiko Mahatera menjadi pemimpin meditasi yang diikuti oleh umat yang mengikuti ritual di Borobudur. Setelah gong tanda detik-detik waisak dibunyikan, umat Buddha akan melakukan ritual pradaksina.Pradaksina adalah ritual mengelilingi candi Borobudur sebanyak tiga kali searah jarum jam dengan membawa bunga teratai. Pradaksina merupakan bentuk penghormatan untuk para Buddha dan Bodhisattva. Peringatan waisak di Candi Borobudur tidak hanya dihadiri oleh umat Buddha saja, namun banyak sekali masyarakat yang ingin melihat prosesi ritual secara langsung. Melihat animo masyarakat yang besar ini, panitia penyelenggara membuka kesempatan untuk masyarakat mengikuti salah satu prosesi yang sangat menarik namun tak kalah sakral, yaitu pelepasan lampion.Ritual pelepasan lampion saat peringatan Waisak merupakan simbol dari menghilangkan kegelapan untuk meraih harapan dan cita-cita. Ritual ini menarik para wisatawan dari dalam dan luar negeri yang jumlahnya semakin bertambah tiap tahunnya.Pada tahun ini disediakan hingga 5.000 buah lampion untuk dilepaskan. Lampion pertama secara simbolis dilepaskan oleh Wakil Presiden Indonesia, Bapak Jusuf Kalla.Pelepasan lampion dilakukan secara bersama-sama dengan dipandu oleh panitia. Beberapa anggota panita juga berjaga dan begitu ramah membantu masyarakat untuk melakukan prosesi pelepasan lampion yang dilakukan di Taman Lumbini di kompleks Candi Boroburur.Untuk menerbangkan satu lampion dibutuhkan paling tidak sebanyak 3 orang, karena ukuran lampion Waisak ini memiliki ukuran yang cukup besar. Saat ribuan lampion diterbangkan, suasana menjadi haru karena keindahan lampion-lampion yang berterbangan menuju langit.Sesuai dengan makna simbolis ritual ini, masyarakat yang mengukuti prosesi pelepasan lampion akan diberikan sticker yang guna nya untuk menuliskan harapan dan cita-cita yang kemudian ditempelkan dan diterbangkan berama lampion sebagai simbol penghilang kegelapan.












































Komentar Terbanyak
Doyan Kampanye Anti Islam, Visa Influencer Israel Ditolak Australia
Eks Presiden FIFA: Jangan Pergi ke AS Saat Piala Dunia!
Makam Tak Biasa Pemilik Ajian Pancasona, 'Tergantung' di Atas Tanah