Suzhou -
Kabar sedih datang dari beruang madu di Kebun Binatang Bandung yang seperti ditelantarkan. Selain di Bandung, kasus serupa juga terjadi di tempat lain di dunia.
Perhatian dunia tengah tersita pada Kebun Binatang Bandung. Setelah diberitakan oleh media Inggris Daily Mail, beredar foto seekor beruang madu kurus yang tampak tengah mengemis makanan. Dicurigai, beruang tersebut ditelantarkan sampai begitu kurus.
Namun tidak hanya di Indonesia, kasus penelantaran beruang juga pernah terjadi di beberapa tempat di dunia. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (18/1/2017), inilah berbagai kasus penelantaran beruang di dunia:
1. Penelantaran dan penyiksaan beruang di Sirkus Peru
(dok Animal Defenders International)
|
Pada 27 maret 2015 lalu, sebuah sirkus di Peru sempat heboh karena ketahuan menyiksa dan menelantarkan salah satu beruang peliharaannya yang bernama Cholita.
Oleh pelatihnya, kuku Cholita diamputasi agar tidak dapat menyerang orang. Akibat trauma, Cholita bahkan sampai kehilangan seluruh bulunya hingga hampir botak.
Kabar terakhir, Cholita telah diselamatkan dan dicarikan rumah baru oleh pihak Animal Defender International. Namun karena sosoknya yang buruk rupa, tak sedikit kebun binatang yang menolaknya. Sungguh malang.
2. Nasib sedih beruang di Albania
(dok FOUR PAWS)
|
Kisah sedih beruang juga dialami di sejumlah tempat dan institusi di Albania. Pada 30 Maret 2016, pihak LSM FOUR PAWS asal Inggris sampai membuat kesepakatan dengan Menteri Lingkungan Hidup Albania, Lefter Koka untuk membantu menyelamatkan beruang setempat yang ditelantarkan.
"Ada banyak beruang yang disiksa untuk menarik turis, contohnya lewat sebuah kandang kecil di dekat restoran atau pantai dan landmark terkenal," ujar Koka.
Faktanya, beruang banyak dieksploitasi oleh kebun binatang hingga oknum yang tidak bertanggung jawab di Albania untuk mengeruk keuntungan. Tak sedikit beruang yang dijadikan tontonan dan ditelantarkan begitu saja untuk menghibur wisatawan.
Sejumlah penyiksaan seperti rantai hingga cincin besi yang disangkutkan di hidung beruang juga sering dilakukan untuk menjaga beruang agar tidak kabur. Sungguh miris dan menyedihkan.
3. Penyiksaan beruang di Sirkus Suzhou, China
(dok PETA)
|
Pada 20 juli 2016 lalu, sejumlah aktivis dari People for the Ethical Treatment of Animal atau biasa disingkat PETA merilis sebuah video yang menampilkan penyiksaan beruang di Sirkus Suzhou, China.
Dalam videonya, tampak sejumlah metode penyiksaan yang digunakan untuk melatih sekaligus menjinakkan beruang penampil di sirkus. Misalnya seperti mengikat dan menarik leher beruang untuk berjalan atau menaruh mereka di kandang sempit.
"Binatang liar tidak mengerti atau ingin melakukan sejumlah trik yang menyakitkan tersebut, tapi mereka harus melakukannya lagi dan lagi atau dipukuli oleh pelatihnya," ujar kordinator PETA Australia, Claire Fryer seeprti diberitakan News Australia.
Hingga kini pihak PETA masih terus aktif mengkampanyekan aksi perlndungan hewan dari sejumlah oknum dan institusi yang tidak bertanggung jawab.
4. Kasus beruang kutub yang dijadikan tontonan di mall China
(dok Animals Asia)
|
Yang terakhir adalah kasus beruang kutub yang menjadi tontotan di sebuah Mall China. Beritanya sendiri heboh pada pertengahan Juli 2016 lalu. Bayangkan saja, dua beruang kutub ditaruh di dalam sebuah aquarium buatan di Mall Guangzhou yang sempit.
Bahkan oleh media luar seperti Daily Mail hingga Foxnews, beruang tersebut sampai dijuluki sebagai 'beruang kutub tersedih di dunia'. Ya, rona kesedihan memang tampak dari wajah beruang kutub tersebut.
Untuk menggalang perhatian publik, pihak LSM Animals Asia bahkan sampai membuat petisi online untuk menutup aquarium tersebut. Kabar terakhir, petisi tersebut telah ditandatangi oleh sekitar 285 ribu orang.
Ternyata ada banyak sekali kasus penelantaran dan penyiksaan beruang di dunia. Semoga semua pihak terkait saling bahu membahu untuk menyelamatkan para beruang malang tersebut.Saksikan video 20detik di sini:
Pada 27 maret 2015 lalu, sebuah sirkus di Peru sempat heboh karena ketahuan menyiksa dan menelantarkan salah satu beruang peliharaannya yang bernama Cholita.
Oleh pelatihnya, kuku Cholita diamputasi agar tidak dapat menyerang orang. Akibat trauma, Cholita bahkan sampai kehilangan seluruh bulunya hingga hampir botak.
Kabar terakhir, Cholita telah diselamatkan dan dicarikan rumah baru oleh pihak Animal Defender International. Namun karena sosoknya yang buruk rupa, tak sedikit kebun binatang yang menolaknya. Sungguh malang.
Kisah sedih beruang juga dialami di sejumlah tempat dan institusi di Albania. Pada 30 Maret 2016, pihak LSM FOUR PAWS asal Inggris sampai membuat kesepakatan dengan Menteri Lingkungan Hidup Albania, Lefter Koka untuk membantu menyelamatkan beruang setempat yang ditelantarkan.
"Ada banyak beruang yang disiksa untuk menarik turis, contohnya lewat sebuah kandang kecil di dekat restoran atau pantai dan landmark terkenal," ujar Koka.
Faktanya, beruang banyak dieksploitasi oleh kebun binatang hingga oknum yang tidak bertanggung jawab di Albania untuk mengeruk keuntungan. Tak sedikit beruang yang dijadikan tontonan dan ditelantarkan begitu saja untuk menghibur wisatawan.
Sejumlah penyiksaan seperti rantai hingga cincin besi yang disangkutkan di hidung beruang juga sering dilakukan untuk menjaga beruang agar tidak kabur. Sungguh miris dan menyedihkan.
Pada 20 juli 2016 lalu, sejumlah aktivis dari People for the Ethical Treatment of Animal atau biasa disingkat PETA merilis sebuah video yang menampilkan penyiksaan beruang di Sirkus Suzhou, China.
Dalam videonya, tampak sejumlah metode penyiksaan yang digunakan untuk melatih sekaligus menjinakkan beruang penampil di sirkus. Misalnya seperti mengikat dan menarik leher beruang untuk berjalan atau menaruh mereka di kandang sempit.
"Binatang liar tidak mengerti atau ingin melakukan sejumlah trik yang menyakitkan tersebut, tapi mereka harus melakukannya lagi dan lagi atau dipukuli oleh pelatihnya," ujar kordinator PETA Australia, Claire Fryer seeprti diberitakan News Australia.
Hingga kini pihak PETA masih terus aktif mengkampanyekan aksi perlndungan hewan dari sejumlah oknum dan institusi yang tidak bertanggung jawab.
Yang terakhir adalah kasus beruang kutub yang menjadi tontotan di sebuah Mall China. Beritanya sendiri heboh pada pertengahan Juli 2016 lalu. Bayangkan saja, dua beruang kutub ditaruh di dalam sebuah aquarium buatan di Mall Guangzhou yang sempit.
Bahkan oleh media luar seperti Daily Mail hingga Foxnews, beruang tersebut sampai dijuluki sebagai 'beruang kutub tersedih di dunia'. Ya, rona kesedihan memang tampak dari wajah beruang kutub tersebut.
Untuk menggalang perhatian publik, pihak LSM Animals Asia bahkan sampai membuat petisi online untuk menutup aquarium tersebut. Kabar terakhir, petisi tersebut telah ditandatangi oleh sekitar 285 ribu orang.
Ternyata ada banyak sekali kasus penelantaran dan penyiksaan beruang di dunia. Semoga semua pihak terkait saling bahu membahu untuk menyelamatkan para beruang malang tersebut.
Saksikan video 20detik di sini:
(krn/fay)
Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Nyeleneh! Jemaah Zikir di Candi Prambanan: Mau Lepaskan Kutukan Roro Jonggrang
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru