Raja Belanda Resmikan Museum Sejarah Belanda-Maluku

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Raja Belanda Resmikan Museum Sejarah Belanda-Maluku

Syanti Mustika - detikTravel
Senin, 01 Jul 2019 14:20 WIB
Foto: (dok KBRI Den Haag)
Den Haag - Indonesia sangat erat kaitannya dengan Belanda. Untuk mengabadikan momen sejarah dan budaya masa lalu, Raja Belanda resmikan museum sejarah Belanda-Maluku.

Dari rilis yang diterima detikcom, Senin (1/7/2019) Raja Belanda Willem-Alexander membuka secara resmi Museum Nasional Sophiahof pada tanggal 27 Juni 2019. Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja juga turut hadir dan menyaksikan secara langsung peresmian dimaksud.

Dalam peresmian tersebut turut hadir 5 orang penanggung jawab museum yang berasal dari 5 organisasi yaitu Pusat Peringatan Hindia Belanda, Yayasan Museum Sejarah Maluku, Platform Hindia Belanda, Yayasan Pelita dan Yayasan Peringatan Nasional 15 Agustus 1945.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Museum Nasional Sophiahof adalah Pusat Pengetahuan, Budaya dan Pertemuan yang bertujuan untuk menghubungkan serta memperkenalkan masa lalu dan masa kini Hinda Belanda dan Belanda. Tidak hanya kepada generasi sekarang tetapi juga kepada khalayak luas, yang mana sejarah dan budaya komunitas Hindia Belanda dan Maluku memegang peran penting.

Museum menyediakan informasi komprehensif tentang sejarah perjuangan dalam melawan penjajahan selama dan setelah Perang Dunia II, baik di Belanda maupun di Hindia Belanda.

Prosesi pembukaan diawali dengan meletakkan 6 kelopak bunga melati yang dirangkai sehingga menjadi sebuah bunga melati yang utuh.

Setelah lima dari organisasi yang berfungsi sebagai penanggung jawab museum meletakkan kelopak bunga mereka, Raja Willem-Alexander meletakkan kelopak bunga yang terakhir. Bunga melati oleh orang-orang Hindia-Belanda digunakan sebagai simbol penghormatan, kekaguman dan empati.

Acara kemudian dilanjutkan dengan rangkaian pidato dari beberapa pihak. Blokhuis, Sekretaris Negara Kerajaan Belanda di hadapan Duta Besar RI menyampaikan mengenai rasa sakit dan kesedihan dari orang-orang Indonesia saat datang ke Belanda, yang ketika itu masih disebut sebagai Hindia-Belanda.

Selain itu disampaikan pula bahwa beliau masih teringat bagaimana orang-orang Indonesia dan Maluku yang tiba setelah masa perang, namun sempat mendapatkan perlakuan dingin dari beberapa pihak.

Nah traveler yang nanti liburan ke Belanda, jangan lewatkan museum ini ya.


Tonton juga 'Pemandangan Bawah Laut dan Kamar Terapung di Pantai Ora':

[Gambas:Video 20detik]

(sym/wsw)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads