Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan hasil terbaru pantauan Gunung Merapi. Gunung ini masih berbahaya di radius tiga kilometer.
Dilihat dari Instagram resmi BPPTKG, Jumat (14/2/2020), laporan aktivitas Gunung Merapi dirapel dari tanggal 7-13 Februari 2020. Dalam poin pertama disebut bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.
"Tingkat aktivitas Waspada (Level II).β£ Rekomendasi jarak bahaya tiga kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa," jelas BPPTKG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gunung Merapi masih berbahaya untuk didekati. Karena, gunung ini masih berpotensi mengeluarkan wedhus gembel.
"Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif," imbuh BPPTKG dalam unggahannya.β£
Gunung Merapi erupsi pada Kamis pagi. Erupsi yang terjadi pada pukul 05.16 WIB menimbulkan kolom erupsi setinggi 2.000 meter. Hujan abu mulai turun di lereng Merapi kawasan Sleman DIY. Erupsi ini tidak mempengaruhi jadwal penerbangan di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.
"Untuk sementara penerbangan di bandara (Adisutjipto) masih normal," ujar GM PT AP 1 Bandara Internasional Adisutjipto, Agus Pandu Purnama kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (13/2).
(msl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi