Tak perlu jauh terbang ke ujung Timur Indonesia untuk melihat ragam ukiran hasil seni suku Kamaro. Karena Pekan Ragam Budaya Papua sedang berlangsung di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat. Pameran yang dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup, Balthazar Kambuaya, ini berlangsung dari 31 Juli-5 Agustus 2012.
"Papua tidak kosong. Kami memiliki banyak budaya yang indah," kata Balthazar dalam acara peresmian di Bentara Budaya, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (31/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maramowe atau seniman pahat keturunan adalah gelar yang berharga bagi perkembangan budaya suku Kamoro. Saat ini ada 200 pengrajin maramowe dan sayangnya, jumlah semakin menyusut. Hal ini diakibatkan para pemuda lebih senang bekerja di ranah lain seperti bekerja di laut.
"Orang jadi semangat kalau karyanya bisa dikenal orang banyak," ujar pemerhati suku di Papua yang sudah tinggal bersama suku Kamoro selama 15 tahun, Kal Muller dalam acara yang sama.
Tidak bisa dipungkiri, pameran ini bisa menjadi pemicu bagi para seniman di sana. Selain memicu seniman, pameran ini juga akan membasuh rasa haus masyarakat akan kebudayaan Papua. ragam patung, tifa, perahu dan tameng khas Kamoro bisa dilihat di sini.
Pameran ini mendapat perhatian dari Mantan Menteri Pemberdayaan Wanita dan Guru Besar Antropologi FISIP UI, Mutia Hatta. Pameran ini bisa jadi media perkembangan Papua dan perkembangan Papua berpengaruh langsung pada perkembangan Indonesia.
"Papua bagian dari Tanah Air saya. Membangun Papua sama dengan membangun Tanah Air bersama," ujar Mutia.
(shf/aff)












































Komentar Terbanyak
Jokowi Klaim Tak Tahu Ada Ritual Injak Kepala Kerbau, PDIP Tidak Percaya
PDIP Vs PSI Soal Jokowi Jalani Ritual Injak Kepala Kerbau di Lampung
Di Lampung, Jokowi Jalani Tradisi Injak Kepala Kerbau