Walaupun sudah umum digunakan, pemindai tubuh sinar-X di bandara menuai banyak protes. Nyatanya, banyak traveler yang merasa tak 'aman' lekuk tubuhnya dilihat di layar oleh para petugas.
Pada dua tahun pertama alat ini digunakan di bandara-bandara AS, beragam protes dan tuntutan hukum pun dilontarkan. Para traveler menganggap alat pemindai sinar-X digunakan untuk melihat "apa yang ada di balik pakaian" mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari situs News Australia, Jumat (26/10/2012), penggantian ini dilakukan pada 7 bandara tersibuk di AS. Dinas Transportasi setempat mengatakan, mereka menukar pemindai tersebut bukan hanya untuk mengurangi kekhawatiran akan privasi penumpang, tapi juga untuk mempercepat antrean di bandara.
Alat ini hanya butuh waktu 2 detik untuk memindai tubuh penumpang. Selain itu, tak butuh banyak orang untuk mengoperasikannya. Dengan begitu, antrean di bandara pun tak menjadi panjang.
"Yang penting tak ada orang lain di ruangan belakang yang melihat gambar lekuk tubuh Anda," kata Doug McMakin, pemimpin tim yang mengembangkan teknologi pemindai gelombang milimeter tersebut.
Kelebihan lainnya, pemindai menggunakan teknologi milimeter ini tidak memproduksi radiasi ion. Dari segi kesehatan, hal ini membuatnya lebih aman dibandingkan pemindai sinar X.
Keputusan yang disetujui pemerintah AS menyatakan, masing-masing bandara punya waktu sampai Juni tahun depan untuk mengganti pemindai sinar X dengan pemindai gelombang milimeter. Alat-alat pemindai yang lama akan dipindahkan ke bandara yang lebih kecil.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Viral Bule Hadang Mobil di Nusa Dua, Ia Berlutut Minta Tolong