Sebagai provinsi paling barat di Nusantara, Aceh punya banyak potensi wisata. Alam, budaya, kuliner, sampai wisata petualangan bisa ditemukan di sini. Oleh karena itu, Pemprov Aceh menggelar Visit Aceh 2013 dengan slogan "Aceh Fantastic Destination".
"Visit Aceh 2013 menurut saya langkah yang tepat. Provinsi Aceh punya keindahan alam yang tidak ternilai. Budaya juga sangat penting, karena orang banyak datang ingin lihat budayanya," tutur Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Sapta Nirwandar saat jumpa pers Visit Aceh 2013 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami percaya diri untuk menjamin keamanan saat berwisata di Aceh," tutur dr Zaini Abdullah, Gubernur Aceh dalam kesempatan yang sama.
Zaini menambahkan, Aceh telah bersiap diri dan berbenah dalam berbagai bidang seputar dunia kepariwisataan. Pasca bencana tsunami pada 2004 lalu, pembangunan terus digerakkan baik infrastruktur maupun kehidupan masyarakat yang tertimpa bencana.
"Peristiwa tersebut meninggalkan banyak situs yang sekarang jadi objek wisata. Wisatawan yang datang ke Aceh juga tak perlu ribet ngurus visa karena sudah ada Visa on Arrival di Bandara Sultan Iskandar Muda," tambahnya.
Untuk mengisi tahun kunjungan wisatawan ini, Aceh akan menggelar beragam kegiatan seperti kompetisi rafting internasional di Sungai Alas, Tour de Aceh Bicycle di Banda Aceh, dan kompetisi surfing internasional di Pulau Semeulue.
Provinsi Aceh sangat kaya wisata. Bayangkan saja, provinsi ini punya 426 wisata alam, 268 wisata budaya, dan 114 wisata khusus yang unik seperti wisata tsunami, kuliner, dan kerajinan rakyat.
"Saya optimistis Visit Aceh 2013 akan sukses dan memberi masukan bagi perekonomian setempat," tutur Sapta.
(shf/shf)










































