Penelitian ini dilakukan oleh Check Safety First (CSF), sebuah perusahaan yang menawarkan sistem manajemen risiko keamanan dan kesehatan hotel.
"Adalah penting bagi untuk tamu menyadari betapa buruknya kebersihan sebuah hotel," kata Ketua Check Safety First, Steve Tate seperti yang dilongok dari Daily Mail, Selasa (15/1/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang sering mengasosiasikan penyakit dan menginap dengan makanan hotel. Namun kami menemukan bahwa ruangan juga bisa menjadi penyebab utama," lanjutnya.
Penelitian ini menggunakan Relative Light Units (RLU) yang mengukur kotoran dan bakteri di permukaan suatu benda. Semakin tinggi RLU, maka semakin tinggi pula jumlah bakteri yang ada.
Remote televisi tercatat dihuni bakteri dengan rata-rata 128 RLU, telepon dan saklar lampu dengan rata-rata bakteri 207 RLU dan 127 RLU, serta gagang pintu dengan rata-rata bakteri 63 RLU.
CSF mengatakan fasilitas teko air panas sering juga diabaikan pembersih kamar. Untuk itu, mereka meminta tamu hotel untuk mencuci tangan setelah memegangnya, atau menghindarinya sama sekali.
Bukan cuma barang-barang itu saja, makanan Anda juga berpotensi mengandung bakteri. Jadi, sebelum menyantap, sebaiknya turis memastikan makanan yang disajikan cukup panas. Ini untuk menghindari kuman berkembang.
Melihat banyak kuman yang berkembang di kamar hotel, tak heran kalau 18 persen responden mengatakan mereka sakit setelah menginap di hotel.
(ptr/fay)










































