Foto-foto panorama dari puncak Piramida Giza itu tersebar di internet. Reaksi terhadap foto-foto spektakuler itu pun beragam. Ada yang iri, kagum, ada pula yang jadi khawatir soal konservasi peninggalan sejarah tersebut.
Foto itu diambil oleh seorang fotografer Rusia bernama Vadim Makhorov. Bersama beberapa temannya, ia mengabaikan larangan memanjat Piramida Giza. Mereka melakukan pemanjatan saat malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya selalu merasa tertarik dengan Mesir. Seingat saya, mimpi saya adalah mencapai Piramida Giza," tutur Makhorov dalam emailnya.
Dia pun memaparkan kejadian tersebut. Saat Makhorov dan teman-temannya tiba di Kairo, keputusan pertama mereka adalah melihat Piramida. Mereka tiba di Giza sore hari.
"Tak ada kata-kata yang bisa menjelaskan betapa gembiranya saya saat melihat mimpi masa kecil itu jadi nyata. Mungkin perasaan kuat ini yang membuat kami mendaki sampai puncak Piramida dan melihat panorama kompleksnya, gurun pasir, juga Kairo," katanya.
Hari sudah gelap gulita saat Makhorov dan teman-temannya mulai memanjat. Tak ada yang memerhatikan mereka. Mereka mulai memanjat secepat mungkin, sebisa mungkin tanpa suara. Sekitar 20 menit kemudian ia tiba di puncak Piramida.
"Kami hampir tidak bisa bernafas saat melihat panoramanya," tuturnya.
Makhorov berkata lewat emailnya, di puncak Piramida ada tulisan-tulisan kuno dari berbagai bahasa. Beberapa di antaranya mungkin berusia ratusan tahun. Setelah menikmati panorama dan memotret, mereka pun berhasil turun tanpa terpergok petugas keamanan.
"Itulah kenapa saya mau minta maaf untuk pemanjatan ini. Kami tidak ingin membuat orang mencaci maki. Kami hanya mengikuti mimpi," katanya.
(sst/sst)










































