Iklan Wisata yang Jelek Malah Menarik Minat Turis

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Iklan Wisata yang Jelek Malah Menarik Minat Turis

Faela Shafa - detikTravel
Senin, 22 Apr 2013 12:55 WIB
Iklan Wisata yang Jelek Malah Menarik Minat Turis
Iklan Hans Brinker Budget Hotel (news.com.au)
Jakarta - Mungkin ini melawan arus. Namun, iklan wisata yang tidak terlalu bagus, atau malah jelek sama sekali malah menarik perhatian para turis. Kenapa begitu?

Selama ini, iklan wisata seperti pesiar atau iklan destinasi suatu daerah sungguhlah sempurna. Semua tersenyum bahagia, seperti dalam liburan yang sangat menyenangkan. Di dunia nyata, Anda takkan mendapatkan liburan seperti di iklan tersebut.

Dari CNN Travel, Senin (22/4/2013), iklan wisata yang menampilkan sisi jelek bisa lebih menarik dibanding yang menampilkan kesempurnaan. Seperti sebuah hotel di Belanda. Hans Brinker Budget Hotel membuat iklan yang terkesan menjelekkan dirinya sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menawarkan hotel terjelek di dunia. Taglinenya, "Dengan bangga telah mengecewakan traveler selama 40 tahun". Tak sampai di sana, iklan hotel ini juga mencantumkan ruangan yang jelek, kotor, lengkap dengan model yang terlihat tersiksa.

Hasilnya mengagetkan. Hotel ini hampir tak pernah kehabisan pengunjung. Iklannya yang tidak muluk atau bahkan menyajikan kejujuran membuat turis tertarik menginap di sini.

Sama denggan Piobbico, di Italia. Sebagai kota yang juga jadi markas besar klub orang jelek, daerah ini punya Festival Orang Jelek setiap bulan September. Menjadi jelek tidak menurunkan kuantitas turis. Malah, industri pariwisata berjalan dengan baik di sini.

Republik Ceko juga menjalankan hal yang sejenis. Mereka menjual destinasi mereka kepada turis yang tidak bisa bermain ski. Tagline mereka "Anda bisa menikmati pemandangan alam selagi berjuang bermain ski, serta bertemu dengan pemain ski yang tidak terlalu handal".

Target pengunjung mereka bukanlah turis yang jago bermain ski. Lebih umum dan lebih mendasar, mereka menarik minat para wisatawan yang tak bisa main ski. Dengan begitu, mereka bisa lebih pede saat bermain ski di sekeliling orang yang memiliki kemampuan sama.

Iklan yang terkesan apa adanya membuat pelancong tak banyak berharap dengan apa yang akan didapatkan di sana. Ini akan membuat mereka lebih siap dengan lanskap atau kenyataan yang mungkin tidak terlalu bagus. Inilah salah satu hal mengapa iklan wisata jelek malah mampu menarik wisatawan.

(shf/shf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads