Dikumpulkan dari CN Traveler, Jumat (3/5/2013) inilah cerita para pekerja travel mengenai Anda, para wisatawan:
1. Pengemudi taksi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pengemudi taksi yang bekerja di New York ini, para wisatawan bisa mendapat tur singkat yang keren dari mereka. "Beri kami satu jam dan kami akan menunjukkan tempat-tempat paling keren di kota ini".
2. Resepsionis hotel
"Kami biasanya senang mengganggu turis asal Amerika karena latar belakang sejarah mereka. Namun, jika harus menyebutkan satu negara dengan turis paling menyenangkan, saya pilih Brazil. Turis dari sana biasanya ramah dan menyenangkan".
Resepsionis hotel kelas menengah di Nice, Prancis ini pun berbagi tips. Jika Anda, sebagai wisatawan bertingkah menyebalkan, mereka bisa saja menempatkan Anda di kamar yang tidak enak. Bisa jadi Anda ditempatkan di kamar dengan pemandangan tidak terlalu bagus, atau yang sekelilingnya berisik.
3. Waiter di restoran
"Para turis ini senang mengeluhkan mengenai alergi makanan. Waktu itu, ada wanita yang mengamuk karena memakan salad dengan seledri, karena ia mengaku alergi seledri. Kami juga sebal dengan pengunjung yang harus melambaikan telapak tangannya untuk memanggil kami. Tak perlu sampai melambai. Cukup angkat jari dan kami akan datang, kami sudah terlatih untuk hal itu".
Menurut waiter di restoran New York ini, mungkin jarang yang mau memberi tips mengingat sudah banyak pajak yang harus dibayar. Namun sedikit tips untuk mereka akan membuat mereka lebih semangat bekerja.
4. Penjual karpet
"Banyak turis asal AS menganggap negara di Timur Tengah identik dengan bom dan kekerasan. Padahal mereka memiliki orang-orang yang berbakat membuat karpet yang indah. Saya pernah menemui seorang wanita yang menganggap semua Muslim itu kasar, tapi setelah obrolan santai sambil memberi tahu seperti apa kami sebenarnya, ia pun mengerti. Bahkan, ia membeli beberapa karpet!"
Penjual karpet asal Kuwait ini mengaku sangat penting memberi tahu keadaan sebenarnya mengenai negara dan agama mereka. Karena, menurutnya, negara-negara di Asia dan Timur Tengah masih perlu mengedukasi turis dari Barat mengenai bagaimana mereka sebenarnya.
5. Pramugari
"Para penumpang menganggap kami bodoh. Pada kenyataannya, butuh pendidikan yang panjang dan tidak mudah untuk bisa menjadi seperti kami. Yang menantang adalah saat mendapati penumpang yang sombong. Kadang, seleb bisa jadi penumpang yang paling menyebalkan. Tapi ada juga seleb yang bertingkah baik bahkan sangat membantu kami".
Pramugari dari maskapai internasional terkenal ini memberi satu fakta. Jika Anda terbang dan mendapati banyak pramugari junior, berarti tempat Anda berangkat terkenal memiliki penumpang yang bereputasi buruk. Biasanya, para penumpang ini tidak mengucapkan tolong dan terima kasih, serta tidak senang membalas senyum.
6. Pemandu safari
"Hal paling menyebalkan dari para wisatawan yang ikut tur safari adalah saat mereka berharap melihat hewan lain saling memangsa. Bahkan, ada pula yang memaksa kami untuk membuat mereka saling memangsa. Asal tahu, sangat susah mencari momen hewan saling memangsa, sedangkan para turis ini seakan tidak mengerti dan dengan mudah bosan," ujar pemandu safari di Kenya.
7. Penjaga keamanan bandara
"Biasanya kami lebih longar dan ramah pada orang tua, anak-anak dan bayi. Tapi kami tidak akan memudahkan orang-orang yang menyebalkan. Suatu waktu ada penumpang yang menolak membuka sepatu dan kami pun tidak akan membolehkan ia pergi ke mana-mana. Setelah sadar ketidakberdayaannya, ia baru mau membuka sepatu dan melewati metal detektor." ujar seorang petugas keamanan bandara di AS
8. Bandar permainan judi di kasino
"Kami ada di pihak Anda, jadi jangan menyalahkan kami jika kalah. Kami ingin Anda menang supaya Anda senang dan akhirnya memberi kami uang tip. Meski sebenarnya, kami tidak diperbolehkan menerima tip dari pengunjung. Jika ingin, Anda bisa menyelipkan uang tersebut di bawah kartu Anda. Namun kebanyakan para pemain baru tidak mengerti kegiatan ini."
Bandar judi blackjack di Las Vegas ini pun memberi tahu mengapa tidak ada jam di dalam kasino. Itu karena mereka tidak ingin Anda menyadari berapa lama waktu yang telah Anda habiskan di dalam sana. Satu lagi, menang ditentukan tidak dari banyak uang yang didapat, melainkan kapan Anda berhenti bermain. Menurutnya, ini sudah umum diketahui, namun tidak banyak pengunjung yang benar-benar mengerti maksudnya.
(shf/shf)










































