Dari situs Traveler Tips yang dikutip detikTravel, Senin (27/5/2013), berikut 8 kebiasaan buruk para backpacker di seluruh dunia:
1. 'Numplek' di satu kamar
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya satu kamar standard hanya diisi 2 orang. Maksimal diisi oleh 4 orang, itupun pihak hotel pasti menyuguhkan opsi extra bed. Terlalu banyak orang dalam satu kamar berdampak pada ketidaknyamanan. Antrean yang lama bagi Anda yang ingin ke kamar mandi, kamar yang sempit, dan kamar berantakan yang ditinggalkan setelahnya.
2. Lusuh
Baik di luar negeri maupun Indonesia, backpacker identik dengan kata 'lusuh'. Baju yang tidak diganti berhari-hari, mandi hanya beberapa kali dalam seminggu, pun tidak menyikat gigi.
Cobalah lebih higienis saat bepergian. Cuci dan gantilah baju Anda, terutama kalau berkeringat seharian. Kalau tidak tidur di penginapan, carilah kamar mandi umum untuk sekadar mandi dan sikat gigi. Bagaimanapun, kebersihan berpengaruh terhadap kesehatan Anda nantinya.
3. Pulang larut malam ke penginapan
Backpacker adalah tipe pejalan yang suka menghabiskan waktu di luar. Berangkat pagi hari, mengeksplor destinasi tujuan, dan pulang ke penginapan larut malam. Sah-sah saja, tapi ada hal yang harus Anda ingat.
Jangan berisik. Saat pulang larut malam ke penginapan, cobalah jangan berteriak dan membuat keributan. Banyak backpacker di luar negeri dipandang tidak baik karena pulang dalam keadaan mabuk dan menimbulkan kegaduhan.
Jangan bicara terlalu kencang apalagi berteriak. Saat masuk kamar, sebaiknya Anda tidak menyalakan beberapa lampu sekaligus. Jangan mengganggu istirahat backpacker lainnya, apalagi kalau Anda menginap di dormitori.
4. Tidak membereskan bekas pemakaian
Banyak backpacker tinggal di hotel murah atau dormitori, berbagi fasilitas dengan orang lain. Oleh karena itu, penting bagi para backpacker untuk membereskan kembali sisa-sisa pemakaian mereka. Baik di kamar mandi, meja makan, dapur umum, atau toilet bersama.
Jangan lupakan hal-hal kecil seperti menyiram toilet dan membuang tisu pada tempatnya. Jangan tinggalkan fasilitas umum dalam kondisi berantakan.
5. Membawa semua barang gratisan
Anda pasti sudah tahu, penginapan biasa menyediakan perlengkapan gratis seperti sabun mandi, sampo, sikat gigi, sampai sandal hotel. Nyatanya ini adalah salah satu kebiasaan traveler Indonesia, mengambil perlengkapan tersebut kemudian dibawa pulang.
Cobalah gunakan apa yang memang Anda butuhkan. Tak perlu mengambil perlengkapan-perlengkapan itu dan memasukkannya ke dalam tas. Toh sebagai backpacker, dari awal Anda sudah membawa peralatan mandi bukan?
6. Mencuri
Meski jarang terjadi, pencurian oleh backpacker cukup marak di luar negeri. Jangan lakukan hal itu, meski barang-barang kecil seperti handuk atau sekaleng minuman. Saat traveling ke luar negeri, Anda juga perlu berhati-hati terhadap backpacker yang aneh gelagatnya.
7. Tidak menghargai peraturan
Lain negara, lain lagi peraturannya. Ada tradisi dan budaya yang juga berlaku di sebuah tempat. Sebelum mendatangi destinasi tujuan, carilah informasi tentang aneka aturan yang berlaku. Mulailah dari hal-hal kecil yang bermanfaat seperti naik bus, memesan menu di restoran, sampai aturan merokok. Jangan abaikan peraturan di sebuah tempat, apalagi demi terlihat keren atau 'anti-mainstream'.
8. Pelit
Di luar negeri, banyak cerita tentang backpacker yang berkelahi dengan pelayan atau supir taksi hanya demi beberapa sen. Jangan ditiru! Jangan karena Anda backpacker dan ingin menghemat bujet lalu tidak menghargai profesi orang lain. Tersenyumlah pada mereka, berterimakasihlah atas servisnya. Berilah sedikit tip kalau Anda berkenan.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal