Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 27 Mei 2013 15:30 WIB

TRAVEL NEWS

Berharap Penonton Waisak Lebih Tertib Tahun Depan

Fitraya Ramadhanny
detikTravel
Candi Borobudur (Nicholas Putra Prima/d'Traveler)
Jakarta - Pelaksanaan Waisak di Candi Borobudur Sabtu lalu, diwarnai tindakan pengunjung yang tidak tertib. Pengelola Candi Borobudur mengevaluasi dan berharap Waisak tahun depan dapat diikuti wisatawan dengan lebih tertib.

"Pada kenyataannya, jumlah pengunjung dan umat lebih besar dari perkiraan. Karena sudah terlalu besar, penonton menjadi tidak tertib dan tidak nyaman. Perkiraan kami 5.000 sampai 6.000 tapi yang datang mungkin 10.000," kata Presdir PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Purnomo Siswoprasetjo dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (27/5/2013).

Menurut Purnomo, pengelola candi sudah bertemu dan bicara dengan tim panitia dari Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Tidak tertibnya penonton menurut dia masih bisa ditolerir panitia acara, karena prosesi di Candi Mendut sudah tercapai dan acara meditasi tidak terngganggu. Namun kondisi malam itu di Borobudur dan faktor cuaca menjadi catatan tersendiri.

"Kita kan sudah screening pengunjung, polisi bantu juga dan kordinasi dengan Walubi. Ada penanda khusus untuk pengunjung yang mau mengikuti dan lokasinya diatur. Namun karena hujan, lampionnya baru terlaksana pada Minggu (26/5)," kata dia.

Agar suasana hiruk pikuk itu tidak terjadi lagi, pengelola dan panitia Walubi sudah mengevaluasi hal itu. Menurut Purnomo, mereka berharap pengunjung acara Waisak bisa lebih tertib lagi tahun depan.

"Masyarakat yang juga ingin bisa ikut untuk merasakan pengalaman ini, harus tertib. Arahan panitia harus didengarkan," pinta dia.

Purnomo mengingatkan, di lokasi acara ada umat Buddha yang ingin beribadah dan membutuhkan suasana khidmat. Hal itulah yang harus dihormati pengunjung lain yang tidak beribadah. Tujuannya agar kedua pihak sama-sama enak. Yang mau beribadah bisa nyaman, dan yang ingin melihat lampion, bisa mendapatkan momen yang enak.

"Kita saling menghormati. Yang ibadah bisa khidmat, pengunjung yang mau berpartisipasi dan berfoto bisa mendapatkan momen yang bagus," pesan Purnomo.

(fay/fay)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA