Sebelumnya, rumah lama Dagadu Djokdja ada di Jl Pakuningratan No 17 Jetis atau tidak jauh dari Tugu Yogyakarta. Rumah baru yang mulai beroperasi saat ini berada di sisi tenggara Kota Yogyakarta. Mulai bulan Agustus 2013 gerai cinderamata di Jl Pakuningratan tutup dan berpindah ke gadung baru yang dinamakan Yogyatourium.
"Di rumah lama yang berawal dari sebuah garasi kecil itu, kami merasa sekarang mulai mengganggu lingkungan sekitar," ungkap Direktur PT Aseli Dagadu, A Noor Arif saat launching rumah baru Dagadu Djokdja bernama Yogyatourium di Jl Gedongkuning, Yogyakarta, Rabu (12/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suasana ini jauh berbeda dengan situasi 20 tahun yang lalu saat Dagadu mulai lahir. Sekarang kemacetan benar-benar terasa," katanya.
Saat liburan sekolah lanjut Arief, satu bis datang di gerai Dagadu di Pakuningratan, Jetis sudah menimbulkan masalah dengan lingkungan sekitar juga ikut macet. Apalagi yang datang langsung lima bis.
"Itu yang kami rasakan akan mengganggu lingkungan sekitar pula. Karena itu kami mulai berpikir untuk memindahkan tempat. Dan akhirnya kita mendapat tempat baru di Jl Gedongkuning 128 ini," katanya.
Menurut Arief tempat baru ini dinamakan Yogyatourium. Ini merupakan kepanjangan Yogyakarta, tourism dan laboratorium. "Kami berharap tempat ini bisa jadi laboratorium kecil untuk segala kreativitas di Yogyakarta. Bisa jadi ajang pameran kecil-kecilan, bedah buku hingga putar film," katanya.
Menurut Arief tanah seluas 2.800 meter persegi ini baru sekitar 40 persen yang digunakan. Bangunan ini juga bisa digunakan berbagai kegiatan selain sebagai gerai/toko. Sebab toko lama di Jl Pakuningratan akan ditutup pada bulan Agustus nanti.
Arief menambahkan persaingan dunia kaos di kaki lima Malioboro juga semakin banyak memunculkan merek-merek baru. Mereka sudah berani muncul dan tidak takut dengan mereknya sendiri.
"Saya melihat hal ini positif dan persaingannya akan semakin sehat," katanya.
(bgk/fay)










































