Ya, turis mancanegara yang dimaksud adalah para pelayar (Yachter) dari 11 negara Asia dan Eropa, yang memarkirkan kapal Yacht mereka di sekitar Pulau Derawan. Mereka tidak mengalami kesulitan ketika ingin berbelanja, berinternet dari gadget mereka hingga layanan cuci pakaian yang disediakan masyarakat Kampung Derawan.
"Bagi mereka para Yachter yang ada di sekitar Pulau Derawan ini, Derawan adalah surga. Tidak terlalu jauh untuk mencari mesin ATM, berinternet hingga layanan laundry," kata Ketua Bidang Yacht Rally Wilayah Utara Indonesia - Program Sail Komodo, Humphry, baru-baru ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal layanan internet, turis mancanegara juga tidak merasa khawatir. Di sekitar Pulau Derawan, mereka dapat berselancar di dunia maya, terhubung dengan rekan bisnis dan keluarga di negara masing-masing, dengan menggunakan layanan 2 operator selular terbesar di Indonesia.
"Setelah gesek kartu ATM di mesin, mereka membeli perbekalan. Soal internet, juga tidak masalah. Mereka merasa nyaman,"terang Humphry.
Nah, yang ini, soal ketersediaan layanan cuci pakaian. Para turis ini juga tidak khawatir, pakaian kotor mereka tidak akan tercuci. Melibatkan beberapa warga Kampung Derawan, telah menyediakan jasa cuci pakaian wisatawan.
"Sekali celup itu adalah sekali cuci pakaian bayar Rp 50.000. Mereka (turis) tentu tidak keberatan karena hanya mengeluarkan uang beberapa dolar, mereka bersenang hati. Keberadaan mereka di Pulau Derawan di Festival Derawan, benar-benar surga bagi mereka. Semuanya yang mereka perlukan, tersedia," tutup Humphry.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Ibu Kota Negara Tetap di Jakarta, IKN Jadi Apa?
Prabowo: Jangan Terlalu Kagum pada Bangsa yang Kaya dari Merampas Bangsa Lain
Potret IKN Dikembangkan Jadi Destinasi Wisata Berkelanjutan, Jadi Ibu Kota 2028