Dilansir dari Calgary Sun, Senin (7/10/2013). Mike Spancer Bown adalah seorang pria berusia 44 tahun asal Calgary, Kanada. Lebih dari dua dekade lalu, Bown bermimpi untuk bisa traveling keliling dunia dan kini mimpinya pun terwujud sudah.
Bown pun mendapat penghargaan dari Guinness di Irlandia sebagai orang yang paling banyak melakukan traveling dalam sejarah manusia. Total, Bown melakukan traveling ke lebih dari 190 negara di dunia. Wow!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak pernah melihat orang seperti ini (Bown-red). Dia menjadi orang pertama yang datang ke Mogadishu hanya untuk traveling," ujar petugas imigrasi di Mogadishu, Omar Mohamed.
Tak hanya itu saja, Bown masih punya banyak pengalaman ekstrem. Dia pernah naik transportasi lokal milik Taliban ke Afghanistan dan Irak. Dirinya pun sempat mampir ke kampung halaman Saddam Husein.
"Rakyat Irak adalah orang-orang yang murah hati dam memiliki budaya kuno yang menarik," tutur Bown.
Cerita Bown saat ke Afrika juga menarik untuk disimak. Dia pernah bertemu dan tinggal bersama suku Mbuti di negara Kongo. Dia berburu kijang dengan tombak dan tidur di dalam rumah asli suku Mbuti yang seperti gubuk jerami. Masih di Afrika, dia pernah bertemu gorilla liar di Rwanda, bertemu dengan dukun-dukun sakti di Mali, dan berlari menghindari amukan gajah di Gabon.
Bown juga sempat melancong ke Antartika dan dia berkunjung ke makam paus biru di South Georgia Island. Dia pun pernah ke Bangladesh dan mendayung perahu melintasi sungai yang jadi sarang harimau di hutan mangrove Sunderbans. Yang unik, Bown juga pernah tidur di hotel garam yang ada di Andes.
Asyiknya, Bown selalu merayakan ulang tahunnya di tiap benua, termasuk Antartika. Kini, dia berujar bahwa dirinya telah lelah dan ingin istirahat pulang ke rumahnya di Calgary. Kalau dijabarkan, mungkin cerita Bown keliling dunia selama 23 tahun tak akan ada habisnya.
"Orang-orang di seluruh dunia pada dasarnya baik dari apapun ras atau suku mereka berasal," ujar Bown.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Setuju atau Tidak Bandara Husein & Adisutjipto Dibuka Lagi?
'Dulu Ramai Sekali, Sekarang Sepi Seperti Kota Mati'
Visa Ditolak, Iran Tuduh AS Diskriminasi Delegasi Timnas Jelang Piala Dunia