"Orang-orang Eropa paling banyak ke Raja Ampat," ungkap Kadisbudpar Kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo usai Welcome Dinner Festival Raja Ampat bertempat di Restoran Phuyakha Mengge, Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (17/10/2013) malam.
Sadar banyak turis mancanegara yang tertarik, pemerintah Raja Ampat mulai melibatkan masyarakat. Ini dilakukan untuk pengembangan wisata Raja Ampat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rentan 2 tahun, perkembangan homestay di Raja Ampat cukup pesat. Saat ini ada 36 kelompok homestay di Raja Ampat.
"Pariwisata Raja Ampat baru dibangun 6 tahun, tapi sudah banyak turis yang datang," tutup Yusdi.
(shf/shf)











































Komentar Terbanyak
Aturan Bagasi Gratis Garuda Indonesia Berubah Mulai 1 September 2026
Curhatan Wisatawan Situ Bagendit: Tempatnya Nyaman, tapi Apa-apa Bayar
Viral Turis Lokal Diusir dari Pantai Bali, Pemilik Warung Klarifikasi