Nama Atambua masih jarang didengar oleh wisatawan. Sebagai ibukota Kabupaten Belu, Atambua menjadi kota perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Meski berbeda negara, Indonesia dan Timor Leste punya banyak kesamaan dalam hal budaya.
Oleh karena itulah tahun ini Festival Timoresia kembali digelar. Festival yang menyuguhkan pertunjukan budaya dari Indonesia dan Timor Leste ini digelar pada 24-25 Oktober 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Festival Timoresia digelar di Lapangan Simpang Lima, Kota Atambua, mulai pukul 18.00-22.00 Wita. Selain pertunjukan budaya, ada pula stan-stan pameran kerajinan lokal dan panggung musik. Artis asal Dili dan artis dari Jakarta yakni Rini Idol akan menghibur warga pada Sabtu (25/10) malam.
Salah satu agenda khusus pada Festival Timoresia adalah pacuan kuda di Kabupaten Melaka. Perwakilan dari 6 provinsi dari NTT ikut dalam pacuan kuda tahun ini, termasuk dari Timor Leste.
"Diharapkan nanti 22 provinsi di NTT bisa ikut serta dalam pacuan kuda ini," tutur Ahmad Harun, Inspektur Wilayah II Kemenparekraf dalam waktu yang sama.
Selain pacuan kuda, ada juga lomba seni budaya yang diikuti kedua negara, bazaar, dan panggung hiburan.
"Lewat Festival Timoresia, diharapkan wisatawan bisa melihat kesamaan antara 2 negara yang dulunya konflik tapi sekarang bersahabat baik," tambah Ahmad.
(shf/shf)










































