Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 06 Feb 2014 19:29 WIB

TRAVEL NEWS

Joop Ave Dikenang Sebagai Bapaknya Pariwisata Indonesia

Afif Farhan
detikTravel
(balidiscovery.com)
Jakarta - Almarhum Joop Ave dikenal sebagai menteri pariwisata yang ahli di bidangnya dan punya banyak terobosan. Menparekraf Mari Elka Pangestu, punya banyak cerita untuk mengenangnya. Joop dianggap bapaknya pariwisata Indonesia.

"Jasa beliau terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia itu luar biasa. Dia dianggap bapaknya pariwisata Indonesia," tutur Menparekraf, Mari Elka Pangestu setelah diskusi Indonesia Tourism Outlook and Challenges 2014 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Joop Ave, Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi di era Soeharto, menjabat dari tahun 1993 sampai 1997. Dia lahir di Yogyakarta pada 5 Desember 1934 dan menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di RS Mount Elizabeth Singapura. Mari punya banyak kenangan tentangnya.

"Beliau sangat memahami tentang branding wisata Indonesia. Tak cuma memahami, tapi beliau juga mampu mengangkat imej Indonesia dengan pendekatan kreatif dan komprehensif," kata Mari.

Mari benar-benar kagum dengan Joop Ave. Mari menambahkan, Joop Ave benar-benar tahu cara untuk mengemas pemasaran wisata Indonesia. Satu lagi, Joop Ave punya selera dan pemahaman budaya yang tinggi.

"Wah banyak sekali peninggalan dia, seperti Gedung Sapta Pesona ini," ucap Mari.

Joop Ave, menurut Mari, mengajarkan cara menyambut tamu, hospitality, dan jamuan makan yang benar terhadap menyambut tamu atau turis. Joop Ave adalah seorang pembicara yang baik, kharismatik, dan menguasai banyak bahasa asing, seperti Inggris, Belanda, Perancis, dan Jerman.

"Bahkan, dia selalu mendukung cikal bakal adanya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di awal-awal 2006 dan 2007. Beliau selalu hadir dan memberi masukan. Dia bilang, 'Betapa pentingnya industri kreatif, kasih tahu saya angkanya karena orang ingin tahu dalam bentuk angka'. Beliau benar, maka dari situlah kita cetak biru ekonomi kreatif ini," papar Mari.

Joop Ave sudah tiada, tapi kini pariwisata Indonesia harus terus berkembang. Dengan pemahaman tentang pariwisatanya dan prestasi-prestasi yang diraihnya, seharusnya itu bisa jadi landasan atau kunci membawa nama pariwisata Indonesia lebih harum di dunia.

"Joop Ave menciptakan standar pariwisata," tandas Mari.



(ptr/fay)
BERITA TERKAIT