Turis Muslim tentu berbeda dengan turis lainnya. Salah satu contohnya, Turis Muslim mengutamakan memakan makanan halal sehingga tidak bisa menyicipi sembarang makanan saat datang ke suatu negara.
Dilansir dari The Sydney Morning Herald, Jumat (21/2/2014) sebuah survei digelar perusahaan asal Singapura yakni Crescentrating tentang negara-negara terbaik untuk turis Muslim. Survei ini menilai perhatian tiap-tiap negara terhadap turis Muslim, seperti ketersediaan restoran halal dengan daging yang disembelih sesuai syariat Islam dan penyediaan ruang ibadah salat di bandara, pusat perbelanjaan dan hotel.
Survei ini digelar karena pertumbuhan turis Muslim terus bertambah tiap tahun. Terang saja, pasar wisata Muslim pada tahun 2013 lalu mencapai angka USD 140 miliar atau sekitar Rp 1.651 triliun. Pada tahun 2020, diperkirakan angkanya akan mencapai USD 200 miliar atau sekitar Rp 2.358 triliun.
Peringkat pertama negara terbaik untuk liburan turis Muslim adalah Malaysia. Malaysia dinilai sangat peduli tetang kebutuhan turis Muslim yang datang.
"Islamic Tourism Centre di negara itu (Malaysia-red) telah mendidik industri wisata tentang cara memenuhi kebutuhan turis Muslim," kata Direktur Crescentrating, Fazal Bahardeen.
Crescentrating pun mengurutkan 10 negara terbaik untuk liburan turis Muslim, yaitu Malaysia, Uni Emirat Arab, Turki, Indonesia, Arab Saudi, Singapura, Maroko, Yordania, Qatar dan Tunisia. Mengejutkan, Indonesia ada di atas Arab Saudi!
Dari kesepuluh negara tersebut, hanya Singapura yang satu-satunya negara yang bukan negara mayoritas penduduknya Muslim. Bahardeen menilai, Singapura memperhatikan tentang kebersihan dan ketertiban yang membuat turis Muslim nyaman saat melancong ke sana. Apalagi, banyak restoran-restoran halal yang mudah ditemukan di Singapura.
Selain 10 negara terbaik untuk liburan turis Muslim, ada Jepang yang duduk di peringkat 40 dari total 60 peringkat pada survei dari Crescentrating ini. Jepang digadang-gadang akan menjadi negara yang lebih bersahabat untuk turis Muslim, karena sudah banyak hotel yang menyediakan ruang ibadah salat dan menawarkan menu makanan halal.
"Kalau Italia, Belgia, Irlandia dan Meksiko adalah negara-negara yang ada di peringkat paling bawah. Mereka benar-benar tidak memokuskan wisata untuk turis Muslim," tandas Bahardeen.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh