Inilah temuan survei yang dilakukan Hilton Worldwide, jaringan hotel internasional ternama. Mereka melakukan survei terhadap 2.700 wisatawan dari 9 negara di Asia Pasifik.
"Kuliner khas sebuah negara atau kota jelas dapat menentukan kemana para wisatawan Asia Pasifik memilih untuk berlibur," jelas Markus Schueller, Wakil Presiden untuk F&B Operations Asia Pasifik Hilton Worldwide dalam rilisnya kepada detikTravel, Selasa (25/2/2014).
43 Persen wisatawan di Australia, Cina, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, dan Thailand, mengalokasikan setengah bujet traveling mereka untuk urusan makan dan minum. 90 Persen wisatawan mencari kuliner khas lokal, 87 persen wisatawan jajan di kaki lima, 79 persen wisatawan juga suka pasar kuliner.
Bagaimana dengan perilaku wisatawan Indonesia dalam survei ini? Temuannya cukup menarik. 33 Persen wisatawan Indonesia mengatakan mau liburan kemana bisa ditentukan dengan makanannya. 86 Persen traveler Indonesia juga menilai penting untuk mencoba makanan daerah yang terkenal.
90 Persen turis Indonesia mencari pengalaman kuliner unik saat ke suatu destinasi wisata. Selain itu, 89 persen traveler Indonesia juga mengatakan akan kembali ke sebuah destinasi karena makanan di tempat itu enak.
"Seiring dengan tumbuhnya peran makanan dan minuman dalam sektor pariwisata, hal ini tentu berdampak besar pula terhadap industri perhotelan. Hotel juga harus bisa mengembangkan diri untuk menjadi tujuan wisata kuliner itu sendiri," imbuh Schueller.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Agar Turis Betah, Pemerintah Malaysia Minta Warga Lebih Ramah