Berapa Sih Uang yang Dihabiskan Yachter di Indonesia?

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Berapa Sih Uang yang Dihabiskan Yachter di Indonesia?

- detikTravel
Kamis, 27 Feb 2014 18:51 WIB
Berapa Sih Uang yang Dihabiskan Yachter di Indonesia?
Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Tak sekadar berlayar, turis yang datang menggunakan yacht juga singgah di tiap daerah yang dilewati. Mereka pun banyak menghabiskan uang untuk penduduk setempat. Berapa ya nominalnya kalau mereka sedang datang ke Indonesia?

"Prediksi perkiraan pengeluaran keseluruhan turis yang datang mencapai USD 123/hari/orang (sekitar Rp 1,4 juta-red)," ungkap Direktur Minat Khusus, Konvensi, Insentif dan Event Kemeparekraf Achyaruddin, SE MSc, dalam acara Upaya Menjadikan Perairan RI sebagai Playground Yacht Mancanegara, di Balairung Soesilo Soedarman, Kemenparekraf, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (27/2/2014).

Adapun perincian prediksi tersebut, lanjut Achyar, adalah biaya makan dan minum USD 50 (Rp 582 ribu), transportasi domestik USD 30 (Rp 349 ribu), tur dan suvenir USD 20 (Rp 232 ribu). "Air bersih USD 8 (Rp 93 ribu), bendis USD 3,5 (Rp 40 ribu) dan perbaikan servis USD 11,5 (Rp 133 ribu)," rinci Achyar.

Biaya ini, lanjutnya, masih bisa bertambah lewat charity, diving dan kegiatan lain. Sementara itu, satu kapal yacht terdapat sedikitnya 3 orang pelayar, sehingga uang yang dibelanjakan USD 369/hari (Rp 4,2 juta).

"Para yachter yang singgah bisa menetap minimal 3 bulan," terang Achyar.

Sedangkan, tambahnya, untuk kapal mereka perlu bahan bakar, air bersih, perbaikan, pembersihan dan kebutuhan lain. Dengan demikian, perekonomian penduduk tempat yang dikunjungi bisa terbantu, bahkan secara langsung.

"Kedatangan yacht bisa mencapai ke pulau remote yang memiliki potensi wisata bahari tapi sulit diakses wisatawan karena infrastruktur," kata Achyar.

Dengan demikian, para yachter yang singgah bisa dan disambut penuh kekeluargaan secara spontan. "Kalau mereka menitip yacht kan kadang suka ngasih uang titip untuk penduduk setempat," tutup Achyar.

(ptr/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads