Malaysia Airlines & 3 Insiden Pesawat Boeing 777 Lainnya

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Malaysia Airlines & 3 Insiden Pesawat Boeing 777 Lainnya

- detikTravel
Rabu, 12 Mar 2014 12:51 WIB
Malaysia Airlines & 3 Insiden Pesawat Boeing 777 Lainnya
(Getty Images)
Jakarta - Pesawat Malaysia Airlines yang hilang dan sampai saat ini belum ditemukan adalah bertipe Boeing 777. Sepanjang sejarah penerbangan, ini adalah insiden keempat yang menimpa pesawat Boeing 777 dan menjadi duka untuk dunia.

Pesawat Boeing 777 mampu mengangkut hingga 500 penumpang. Jarak jangkauan yang ditempuhnya mencapai 16 ribu km lebih dan jadi kegemaran traveler. Pesawat Malaysia Airlines yang hilang sejak Sabtu (8/3) lalu dan sampai saat ini masih dilakukan pencarian, juga merupakan bertipe Boeing 777, tepatnya B777-200ER.

Hilangnya pesawat Malaysia Airlines yang diyakini jatuh di sekitar Laut China Selatan atau di Teluk Thailand, menambah rentetan kasus kecelakaan pada pesawat bertipe Boeing 777. Dihimpun detikTravel dari berbagai sumber, Rabu (12/3/2014) berikut 4 kasus kecelakaan pesawat Boeing 777 dalam sejarah dunia penerbangan:

(Getty Images)

1. British Airways crash landing (2008)

(Getty Images)
Pesawat British Airways Boeing 777-236ER mengalami crash landing di Bandara Heathrow, London, Inggris pada 17 Januari 2008. Saat itu, pesawat terbang dari Beijing, China dengan mengangkut 136 penumpang.

Crash landing tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin pesawat di bagian bahan bakar (fuel system). Dari hasil investigasi, bagian tersebut membeku karena kristal es dari sistem bahan bakar menyumbat penukar panas bahan bakar minyak. Sebab, cuaca di sekitar bandara ketika itu cukup ekstrem dengan suhu yang mencapai 18 derajat Celcius.

Pesawat pun menjadi oleng dan tak terkendali. 47 Penumpang mengalami luka-luka dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

1. British Airways crash landing (2008)

(Getty Images)
Pesawat British Airways Boeing 777-236ER mengalami crash landing di Bandara Heathrow, London, Inggris pada 17 Januari 2008. Saat itu, pesawat terbang dari Beijing, China dengan mengangkut 136 penumpang.

Crash landing tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin pesawat di bagian bahan bakar (fuel system). Dari hasil investigasi, bagian tersebut membeku karena kristal es dari sistem bahan bakar menyumbat penukar panas bahan bakar minyak. Sebab, cuaca di sekitar bandara ketika itu cukup ekstrem dengan suhu yang mencapai 18 derajat Celcius.

Pesawat pun menjadi oleng dan tak terkendali. 47 Penumpang mengalami luka-luka dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

2. EgyptAir kebakaran kokpit (2011)

(airliners.net)
Kebakaran kokpit pesawat terjadi pada pesawat EgyptAir Boeing 777-200ER di Bandara Kairo, Mesir tahun 2011 silam. Rencananya pesawat akan berangkat dari Kairo menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Tapi sayang, api muncul dari dekat kokpit pesawat!

Pilot pun langsung menginstruksikan penumpang untuk turun dan api dapat dipadamkan dengan cepat. Beruntung, 307 penumpang saat itu berhasil diselamatkan dan tidak ada yang cidera. Diperkirakan, api muncul dari korsleting listrik pada selang sistem oksigen pesawat.

2. EgyptAir kebakaran kokpit (2011)

(airliners.net)
Kebakaran kokpit pesawat terjadi pada pesawat EgyptAir Boeing 777-200ER di Bandara Kairo, Mesir tahun 2011 silam. Rencananya pesawat akan berangkat dari Kairo menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Tapi sayang, api muncul dari dekat kokpit pesawat!

Pilot pun langsung menginstruksikan penumpang untuk turun dan api dapat dipadamkan dengan cepat. Beruntung, 307 penumpang saat itu berhasil diselamatkan dan tidak ada yang cidera. Diperkirakan, api muncul dari korsleting listrik pada selang sistem oksigen pesawat.

3. Asiana Airlines crash landing (2013)

(Getty Images)
Traveler dibuat gempar dengan kecelakaan Asiana Airlines di Bandara San Fransisco, AS tahun lalu. Tepatnya tanggal 6 Juli 2013, pesawat Asiana Airlines dengan tipe Boeing 777-200ER ini mulanya terbang mulus dari Bandara Incheon di Korsel hingga akan mendarat di Bandara San Fransisco.

Nahas, rupanya pesawat Asiana Airlines tidak mendarat dengan mulus dan malah mengalami kecelakaan. Hal itu desebabkan oleh kecepatan pesawat yang terlalu rendah saat mendekati landasan pacu. Standar keamananan kecepatan pesawat saat mendarat adalah 137 knot (254km/jam), dan pesawat Asiana Airlines di bawah dari itu. Selain itu, ketinggian pesawat juga terlalu rendah!

Pesawat Asiana Airlines akhirnya menabrak dinding pembatas antara bandara dan laut dan kemudian memantul di landas pacu hingga terbakar. Total dari 307 penumpang di dalamnya termasuk kru pesawat, 3 penumpang tewas dan ratusan lainnya mengalami cidera.

3. Asiana Airlines crash landing (2013)

(Getty Images)
Traveler dibuat gempar dengan kecelakaan Asiana Airlines di Bandara San Fransisco, AS tahun lalu. Tepatnya tanggal 6 Juli 2013, pesawat Asiana Airlines dengan tipe Boeing 777-200ER ini mulanya terbang mulus dari Bandara Incheon di Korsel hingga akan mendarat di Bandara San Fransisco.

Nahas, rupanya pesawat Asiana Airlines tidak mendarat dengan mulus dan malah mengalami kecelakaan. Hal itu desebabkan oleh kecepatan pesawat yang terlalu rendah saat mendekati landasan pacu. Standar keamananan kecepatan pesawat saat mendarat adalah 137 knot (254km/jam), dan pesawat Asiana Airlines di bawah dari itu. Selain itu, ketinggian pesawat juga terlalu rendah!

Pesawat Asiana Airlines akhirnya menabrak dinding pembatas antara bandara dan laut dan kemudian memantul di landas pacu hingga terbakar. Total dari 307 penumpang di dalamnya termasuk kru pesawat, 3 penumpang tewas dan ratusan lainnya mengalami cidera.

4. Malaysia Airlines hilang (2014)

(forbes.com)
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER yang hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3) lalu, adalah kasus kecelakaan pesawat bertipe 777 yang paling baru. Pesawat ini mengangkut 239 penumpang dan hingga berita ini diturunkan masih belum ada titik cerah.

Diyakini, pesawat hilang di sekitar perairan Laut China Selatan atau ada di sekitar Teluk Thailand. Hilangnya pesawat Malaysia Airlines ini memang masih jadi tanda tanya. Bukan tanpa sebab, pesawat ini hilang kontak saat berada di tahap terbang dengan nyaman, yang mana dua jam setelah lepas landas. Dalam tahap ini penerbangan biasanya akan berlangsung mulus kecuali jika ada sesuatu yang ekstrem terjadi.

Apalagi, pilot pesawat tidak sempat mengirimkan pesan tanda darurat atau emergency signal. Apapun yang terjadi saat penerbangan, pilot diwajibkan untuk mengirimkan pesan tanda darurat karena sudah ditentukan dalam prosedur standar penerbangan pada Civil Aviation Safety Regulation.

Pencarian besar-besaran dari China, Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam dan Australia mesih terus dilakukan dengan pesawat, tim khusus penyelam dan juga kapal laut.

4. Malaysia Airlines hilang (2014)

(forbes.com)
Pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER yang hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3) lalu, adalah kasus kecelakaan pesawat bertipe 777 yang paling baru. Pesawat ini mengangkut 239 penumpang dan hingga berita ini diturunkan masih belum ada titik cerah.

Diyakini, pesawat hilang di sekitar perairan Laut China Selatan atau ada di sekitar Teluk Thailand. Hilangnya pesawat Malaysia Airlines ini memang masih jadi tanda tanya. Bukan tanpa sebab, pesawat ini hilang kontak saat berada di tahap terbang dengan nyaman, yang mana dua jam setelah lepas landas. Dalam tahap ini penerbangan biasanya akan berlangsung mulus kecuali jika ada sesuatu yang ekstrem terjadi.

Apalagi, pilot pesawat tidak sempat mengirimkan pesan tanda darurat atau emergency signal. Apapun yang terjadi saat penerbangan, pilot diwajibkan untuk mengirimkan pesan tanda darurat karena sudah ditentukan dalam prosedur standar penerbangan pada Civil Aviation Safety Regulation.

Pencarian besar-besaran dari China, Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam dan Australia mesih terus dilakukan dengan pesawat, tim khusus penyelam dan juga kapal laut.
Halaman 2 dari 10
Pesawat British Airways Boeing 777-236ER mengalami crash landing di Bandara Heathrow, London, Inggris pada 17 Januari 2008. Saat itu, pesawat terbang dari Beijing, China dengan mengangkut 136 penumpang.

Crash landing tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin pesawat di bagian bahan bakar (fuel system). Dari hasil investigasi, bagian tersebut membeku karena kristal es dari sistem bahan bakar menyumbat penukar panas bahan bakar minyak. Sebab, cuaca di sekitar bandara ketika itu cukup ekstrem dengan suhu yang mencapai 18 derajat Celcius.

Pesawat pun menjadi oleng dan tak terkendali. 47 Penumpang mengalami luka-luka dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Pesawat British Airways Boeing 777-236ER mengalami crash landing di Bandara Heathrow, London, Inggris pada 17 Januari 2008. Saat itu, pesawat terbang dari Beijing, China dengan mengangkut 136 penumpang.

Crash landing tersebut disebabkan oleh kerusakan mesin pesawat di bagian bahan bakar (fuel system). Dari hasil investigasi, bagian tersebut membeku karena kristal es dari sistem bahan bakar menyumbat penukar panas bahan bakar minyak. Sebab, cuaca di sekitar bandara ketika itu cukup ekstrem dengan suhu yang mencapai 18 derajat Celcius.

Pesawat pun menjadi oleng dan tak terkendali. 47 Penumpang mengalami luka-luka dan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Kebakaran kokpit pesawat terjadi pada pesawat EgyptAir Boeing 777-200ER di Bandara Kairo, Mesir tahun 2011 silam. Rencananya pesawat akan berangkat dari Kairo menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Tapi sayang, api muncul dari dekat kokpit pesawat!

Pilot pun langsung menginstruksikan penumpang untuk turun dan api dapat dipadamkan dengan cepat. Beruntung, 307 penumpang saat itu berhasil diselamatkan dan tidak ada yang cidera. Diperkirakan, api muncul dari korsleting listrik pada selang sistem oksigen pesawat.

Kebakaran kokpit pesawat terjadi pada pesawat EgyptAir Boeing 777-200ER di Bandara Kairo, Mesir tahun 2011 silam. Rencananya pesawat akan berangkat dari Kairo menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Tapi sayang, api muncul dari dekat kokpit pesawat!

Pilot pun langsung menginstruksikan penumpang untuk turun dan api dapat dipadamkan dengan cepat. Beruntung, 307 penumpang saat itu berhasil diselamatkan dan tidak ada yang cidera. Diperkirakan, api muncul dari korsleting listrik pada selang sistem oksigen pesawat.

Traveler dibuat gempar dengan kecelakaan Asiana Airlines di Bandara San Fransisco, AS tahun lalu. Tepatnya tanggal 6 Juli 2013, pesawat Asiana Airlines dengan tipe Boeing 777-200ER ini mulanya terbang mulus dari Bandara Incheon di Korsel hingga akan mendarat di Bandara San Fransisco.

Nahas, rupanya pesawat Asiana Airlines tidak mendarat dengan mulus dan malah mengalami kecelakaan. Hal itu desebabkan oleh kecepatan pesawat yang terlalu rendah saat mendekati landasan pacu. Standar keamananan kecepatan pesawat saat mendarat adalah 137 knot (254km/jam), dan pesawat Asiana Airlines di bawah dari itu. Selain itu, ketinggian pesawat juga terlalu rendah!

Pesawat Asiana Airlines akhirnya menabrak dinding pembatas antara bandara dan laut dan kemudian memantul di landas pacu hingga terbakar. Total dari 307 penumpang di dalamnya termasuk kru pesawat, 3 penumpang tewas dan ratusan lainnya mengalami cidera.

Traveler dibuat gempar dengan kecelakaan Asiana Airlines di Bandara San Fransisco, AS tahun lalu. Tepatnya tanggal 6 Juli 2013, pesawat Asiana Airlines dengan tipe Boeing 777-200ER ini mulanya terbang mulus dari Bandara Incheon di Korsel hingga akan mendarat di Bandara San Fransisco.

Nahas, rupanya pesawat Asiana Airlines tidak mendarat dengan mulus dan malah mengalami kecelakaan. Hal itu desebabkan oleh kecepatan pesawat yang terlalu rendah saat mendekati landasan pacu. Standar keamananan kecepatan pesawat saat mendarat adalah 137 knot (254km/jam), dan pesawat Asiana Airlines di bawah dari itu. Selain itu, ketinggian pesawat juga terlalu rendah!

Pesawat Asiana Airlines akhirnya menabrak dinding pembatas antara bandara dan laut dan kemudian memantul di landas pacu hingga terbakar. Total dari 307 penumpang di dalamnya termasuk kru pesawat, 3 penumpang tewas dan ratusan lainnya mengalami cidera.

Pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER yang hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3) lalu, adalah kasus kecelakaan pesawat bertipe 777 yang paling baru. Pesawat ini mengangkut 239 penumpang dan hingga berita ini diturunkan masih belum ada titik cerah.

Diyakini, pesawat hilang di sekitar perairan Laut China Selatan atau ada di sekitar Teluk Thailand. Hilangnya pesawat Malaysia Airlines ini memang masih jadi tanda tanya. Bukan tanpa sebab, pesawat ini hilang kontak saat berada di tahap terbang dengan nyaman, yang mana dua jam setelah lepas landas. Dalam tahap ini penerbangan biasanya akan berlangsung mulus kecuali jika ada sesuatu yang ekstrem terjadi.

Apalagi, pilot pesawat tidak sempat mengirimkan pesan tanda darurat atau emergency signal. Apapun yang terjadi saat penerbangan, pilot diwajibkan untuk mengirimkan pesan tanda darurat karena sudah ditentukan dalam prosedur standar penerbangan pada Civil Aviation Safety Regulation.

Pencarian besar-besaran dari China, Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam dan Australia mesih terus dilakukan dengan pesawat, tim khusus penyelam dan juga kapal laut.

Pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200ER yang hilang dalam penerbangan Kuala Lumpur-Beijing pada Sabtu (8/3) lalu, adalah kasus kecelakaan pesawat bertipe 777 yang paling baru. Pesawat ini mengangkut 239 penumpang dan hingga berita ini diturunkan masih belum ada titik cerah.

Diyakini, pesawat hilang di sekitar perairan Laut China Selatan atau ada di sekitar Teluk Thailand. Hilangnya pesawat Malaysia Airlines ini memang masih jadi tanda tanya. Bukan tanpa sebab, pesawat ini hilang kontak saat berada di tahap terbang dengan nyaman, yang mana dua jam setelah lepas landas. Dalam tahap ini penerbangan biasanya akan berlangsung mulus kecuali jika ada sesuatu yang ekstrem terjadi.

Apalagi, pilot pesawat tidak sempat mengirimkan pesan tanda darurat atau emergency signal. Apapun yang terjadi saat penerbangan, pilot diwajibkan untuk mengirimkan pesan tanda darurat karena sudah ditentukan dalam prosedur standar penerbangan pada Civil Aviation Safety Regulation.

Pencarian besar-besaran dari China, Malaysia, Singapura, Indonesia, Vietnam dan Australia mesih terus dilakukan dengan pesawat, tim khusus penyelam dan juga kapal laut.

(aff/aff)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads