Pertengahan tahun 1990-an, perkembangan diving turun dengan drastis karena permasalahan ekonomi Indonesia. Padahal sebelumnya, ranah yang satu ini sedang banyak diminati. Namun setelah hadirnya hasil foto diving, peminat pun kembali meningkat.
"Setelah ada teknologi kamera anti air, makin banyak orang yang senang diving," kata Praktisi Selam, Cipto Ajib Gunawan dalam acara Forum Dialog Pariwisata Wisata Selam di Lobby Gd Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka, Rabu (26/3/2013).
Melihat indahnya alam bawah laut melalui foto, tak mungkin tak tergoda. Inilah yang membuat makin banyak orang yang senang dengan diving. Faktor lainnya adalah adanya pameran diving.
Satu event yang paling ramai dan besar adalah Deep & Extreme Indonesia. Di sana, banyak informasi yang bisa didapat, langsung dari para sumber yang kompeten.
"Barang diving yang dijual di sana ada juga beberapa yang murah, ini yang membuat mereka tergoda," lanjut Cipto.
Terakhir, adanya titik diving yang telah terdaftar membuat mereka tahu apa yang ada di sana. Dengan mengetahui apa saja yang bisa ditemui di titik-titik tersebut membuat wisatawan mudah tergoda untuk menyelam.
(ptr/ptr)












































Komentar Terbanyak
Wanita Palembang Nekat Nyamar Jadi Pramugari, Batik Air Buka Suara
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Melawai Plaza: Markas Perhiasan Jakarta yang Melegenda Itu Tak Lagi Sama