Wisata di Banyuwangi Oke, Miras Nanti Dulu

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Wisata di Banyuwangi Oke, Miras Nanti Dulu

- detikTravel
Sabtu, 12 Apr 2014 06:47 WIB
Wisata di Banyuwangi Oke, Miras Nanti Dulu
Abdullah Azwar Anas (Fitraya/detikTravel)
Surabaya - Pemkab Banyuwangi terus mempromosikan destinasi wisata kabupaten yang berjuluk 'The Sunrise of Java' itu. Di sisi lain, pemkab mempertahankan norma dengan membatasi peredaran minuman keras (miras) di destinasi wisata.

Meski sektor wisata terus digenjot, Pemkab Banyuwangi tetap ingin menjaga masyarakatnya agar tidak terpengaruh peredaran minuman keras (miras) di destinasi wisata. Dengan melibatkan semua tokoh lintas agama di Banyuwangi, mereka sepakat tidak boleh ada peredaran miras di destinasi wisata.

"Itu kan segmentif. Tapi kami bersama tokoh agama baik Islam, Kristen dan agama lainnya, sepakat di destinasi wisata tidak boleh ada miras," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam press conference launching Banyuwangi E-Tourism di gedung Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Genteng Kali, Surabaya, Jumat (11/4/2014).

Jika ada wisatawan yang ingin menikmati miras, telah disediakan tempat khusus di hotel-hotel. "Kalau orang bule minum 5 botol kan untuk menghangatkan badannya. Kalau orang sini bisa mabuk. Khusus orang asing disiapkan tempat tertentu di hotel," ujarnya.

Pemkab Banyuwangi ingin mejaga masyarakat agar jangan sampai terpengaruh miras yang berkembang seiring pariwisata. "Misalnya di Malaysia ada tempat judi, tapi bagi pengunjung yang memiliki KTP warga negara Malaysia, itu tidak boleh masuk," ujarnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, produk domestik regional bruto (PDRB) Banyuwangi pada 2010 sebesar Rp 23 triliun. Namun Tahun 2013 mengalami peningkatan hingga Rp 33,4 triliun dari target yang dicanangkan sebesar Rp 27 triliun.

"Dari jasa pariwisata dan perhotelan 24,1 persen mengalami kenaikan 31 persen," kata Anas.

Ia mengatakan, pertumbuhan di sektor pariwisata sangat dirasakan masyarakat. Misalnya, pendapatan masyarakat mnelalui parkir dari destinasi wisata Pulau Merah bisa mencapai Rp 7 juta per hari.

"Belum wisatawan yang belanja, makan, minum. Dulu kelapa (degan) hanya Rp 3 ribu per buah, sekarang bisa Rp 15 ribu per buah. Itu sudah berapa kali kelipatan kenaikannya," tuturnya.

Bupati yang banyak menerima penghargaan ini menambahkan, pendapatan perkapita per tahun per orang di Banyuwangi sudah mengalahkan pendapatan perkapita daerah Malang. "Malang Rp 17,3 juta per orang per tahun. Banyuwangi sudah menyalipnya Rp 19,6 juta per orang per tahun," terangnya.

(fay/fay)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads