Virus Mers jadi perhatian jamaah Indonesia yang mau beribadah umroh ke Tanah Suci. Tercatat, sudah ada 401 kasus Mers di 12 negara termasuk di AS dan Mesir. Virus ini masih satu keluarga dengan virus SARS dan belum ditemukan vaksin atau obat khusus untuk menanganinya.
Ketua Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh), Baluki Ahmad angkat bicara atas virus Mers. Dia mengungkapkan, jamaah Indonesia sebenarnya tak terlalu khawatir dengan virus Mers. Yang perlu diperhatikan, adalah kondisi kesehatan.
"Virus ini belum diketahui obatnya, yang penting jaga kesehatan," tegas Baluki saat dihubungi detikTravel, Selasa (6/5/2014).
Baluki menambahkan, sebenarnya tidak ada perhatian atau imbauan khusus mengenai virus Mers. Pihak penyelenggara umroh hanya akan memberitahu tentang virus Mers kepada calon jamaah umroh.
"Kalau antisipasi, kita hanya melakukan suntik meningitis sebagai preventif terhadap penyakit radang otak yang mana memang dilakukan sebelum keberangkatan umroh. Kalau untuk virus Mers tidak ada imbauan khusus hanya jaga kesehatan," ungkapnya.
Menurut Baluki, kondisi fisik jadi hal penting yang harus diperhatikan. Fisik yang sehat tentu membuat daya tahan tubuh yang kuat. Perjalanan umroh pun akan berjalan lancar.
"Jamaah dengan fisik yang sehat tak ada masalah. Tapi, jamaah yang fisiknya lemah sebaiknya jangan berangkat dulu," tutup Baluki.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Koster Tepis Bali Sepi, Wisman Naik, Domestiknya Saja yang Turun
Tangis Istri Pelatih Valencia Pecah, Suasana Doa Bersama Jadi Penuh Haru
Sebelum Bikin Patung Macan Putih Gemoy, Seniman di Kediri Sempat Mimpi Aneh